UIN Suska Riau Masih Kuliah Daring, Begini Tanggapan Mahasiswa

Ruslan
148 view
UIN Suska Riau Masih Kuliah Daring, Begini Tanggapan Mahasiswa
Foto: Abdul Hadi

PEKANBARU, datariau.com - Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau masih menggunakan mode dalam jaringan (daring) dalam sistem pembelajaran. Menurut Kepala Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi, Muhammad Badri, daring menggunakan teknologi aplikasi yang dapat menghubungkan proses belajar-mengajar antara dosen dengan mahasiswa, Rabu (13/10/2021).

Badri menjelaskan, proses daring dapat dilakukan melalui kesepakatan dosen dan mahassiwa. Sejauh ini, pihaknya hanya mengikuti perintah dari pemerintah untuk dapat melakukan pembelajaran daring.

“Terserah pakai aplikasi apa yang penting kesepakatan bersama aja antara dosen dengan mahasiswa. Ada juga yang pakai aplikasi e-learning UIN. Mau enggak mau harus ikut karena kebijakan dari negara. Jadi semuanya bukan hanya kita daja. Semua kampus menerapkan sistem daringkan,” terangnya.

Berkaitan dengan pelayanan dan administrasi ke kampus, Prodi tersebut menerapkan beberapa protokol kesehatan (prokes) yang harus ditaati oleh semua pihak. Prodi Ilmu Komunikasi juga telah membuat web online Ilmu Komunikasi yang dapat diakses dan digunakan oleh mahasiswa.

“Ya standar prokeslah harus pakai masker, enggak boleh berkerumun, disediakan juga fasilitas cuci tangan. Prokes tetap berjalan. Untuk pendataran di Prodi Komunikasi bisa online sebenarnya. Bisa dua pilihan. Untuk administrasi online. Tinggal buka web Ilmu Komunikasi dari pendataran sampai pengumuman ada di situ semua. Itu salah satu cara untuk mengurangi kerumunan. Karena mahasiswa kita ribuan,” jelasnya.

Badri juga melanjutkan, telah menyiapkan beberapa prosedur jika proses pembelajaran offline kelak akan dilaksanakan. “Saya kira untuk tatap muka paling bersihkan kelas, menyiapkan fasilitas, sama ketentuan prokes. Apakah sudah penuh atau mungkin 50% boleh masuk,” tuturnya.

Salah satu mahasiswa, Ulfa, mengaku hingga kini masih belajar secara daring. Ia berharap, sistem belajar-mengajar dapat berubah ke offline karena selala ini mengalami beberapa kendala.

“Kalau harapan ke depannya tentu sistem pembelajarannya dilakukan secara offline. Kalau offline itu pelajarannya paham kita. Gimana pun sulitnya pelajaran itu ngerti. Kalau online ada kendala, tambah enggak paham materi,” ucapnya. (dul)

Penulis
: Abdul Hadi
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: Datariau.com