Tim Pengabdian Unri Perkenalkan Pembuatan Gula Aren Kristal di Desa Lubuk Bendahara Timur Rohul

Ruslan
110 view
Tim Pengabdian Unri Perkenalkan Pembuatan Gula Aren Kristal di Desa Lubuk Bendahara Timur Rohul
Foto: Reno Susanto
Sosialisasi dan penyuluhan cara pembuatan Gula Aren Kristal di desa Lubuk Bendahara Timur.

ROHUL, datariau.com - Sosialisasi dan penyuluhan cara pembuatan Gula Aren Kristal diketuai Dr Said Zul Amraini ST MT bersama mahasiswa Reno Susanto dan Muhammad Alfi Syahri.

Dr Said Zul Amraini ST MT mengungkapkan, Gula aren kristal merupakan gula yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sebagai pengganti gula pasir berbahan dasar tebu. Gula aren juga lebih sehat dibanding gula pasir.

"Dibandingkan dengan gula pasir, gula aren lebih tinggi kalium, magnesium, seng, zat besi, fosfor, nitrogen, dan natrium. Gula aren juga kaya akan vitamin B8 (inositol), asam folat, vitamin B1 (tiamin), dan vitamin B2 (riboflavin) yang berfungsi untuk membentuk sel-sel sehat," jelasnya.

"Gula aren juga cocok dikonsumsi untuk penderita diabetes, yang tidak menghasilkan cukup insulin atau resisten terhadap insulin," tambahnya.

Pada saat ini masyarakat di Desa Lubuk Bendahara Timur hanya memproduksi gula aren berbentuk bulat padatan yang harganya di pasaran sekitar 25.000 dan jika gula aren ini diubah menjadi gula kristal maka harganya akan mencapai 125.000 perkilo, sehingga diperlukan teknologi untuk dapat mengubah gula aren biasa menjadi gula aren kristal.

Melalui pengabdian ini juga turut diberikan 3 buah alat untuk memproses gula aren kristal kepada Desa Lubuk Bendahara Timur berupa oven, mesin perajang dan mesin pengayak yang diserah terimakan kepada Kepala Desa Lubuk Bendahara Timur dan Seketeraris Desa yang nantinya melalui BUMDES akan memanfaatkan kerjasama ini.

Menurut Ali Gufron selaku seketaris Desa Lubuk Bendahara Timur, sangat menyambut baik kegiatan ini.

"Kegiatan ini dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat apalagi dimasa pandemi. Air nira aren umumnya hanya dijual 15.000 perbotol untuk dijadikan tuak. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyakat lebih memilih untuk membuat gula aren kristal dibanding hanya digunakan untuk membuat tuak," harapnya. (ril)

Penulis
: Reno Susanto
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: Datariau.com