Tanggapan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UIN Suska Riau Terhadap Pernyataan Dr Susaningtyas yang Menyebut Bahasa Arab Ciri Teroris

Datariau.com
1.080 view
Tanggapan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UIN Suska Riau Terhadap Pernyataan Dr Susaningtyas yang Menyebut Bahasa Arab Ciri Teroris
Mudiul Hayat Pasaribu.

DATARIAU.COM - Mengemukakan suatu pendapat merupakan hak asasi manusia sehingga setiap individu memiliki haknya secara pribadi untuk bersuara dan menilai suatu hal dengan perspektifnya sendiri, dengan catatan bahwa pendapatnya tidak bertentangan dengan hukum dan tatanan yang ada.

Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan sebuah pernyataan dari seorang tokoh partai politik yang memiliki lebih dari 6000 pengikut di media sosial. Ya beliau bernama Dr Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati MSi Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hankam dan Cyber Security.

Dalam pernyataan beliau banyak hal yang bersifat kontrofersial salah satunya adalah ungkapannya bahwa Bahasa Arab adalah ciri-ciri atau bibit yang paling sering ditemukan dalam seorang teroris. Ini memberikan pengaruh negatif bagi masyarakat, khususnya pala ulama Indonesia.

Menurut saya pribadi Mudiul Hayat Pasaribu seorang mahasiswa pendidikan Bahasa Arab di UIN Suska Riau Angkatan 2018, bahwa terdapat banyak tanggapan dalam hal ini:

1. Dari sisi buk dr Susaningtyas

Saya mengakui bahwa pendapatnya benar bahwa mayoritas teroris memiliki kesamaan yakni mahir dalam bahasa Arab. Namun sebagai seorang tokoh yang mempunyai pengaruh besar bagi masyarakat seharusnya hal ini tidak dipublish ke publik. Sebab masyarakat awam akan menanggapinya secara terbalik, dan mahasiswa PBA seperti saya akan frustasi dengan tujuan kuliah kami serta khawatir bahwa bahasa Arab akan dihapuskan di sekolah-sekolah dan kampus-kampus.

2. Dari sisi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab

Hal ini sebenarnya dapat menjadi motivasi bagi kita untuk menjadi lebih baik, untuk membuktikan kepada khalayak ramai bahwa bahasa yang kita pelajari dan ajari itu bukan lah bahasa terorisme. Sebuah PR besar bagi kita untuk menjaga akhlak lebih baik kedepannya.

3. Dari sisi penulis

Penulis beranggapan pada sejatinya setiap bahasa pada dasarnya adalah suatu hal yang mutlak dan tidak dapat disalahkan. Sebab secara teoritis bahasa ialah sebuah kebiasaan. Dan kebiasaan seseorang itu tidak dapat kita salahkan.

Mengemukakan pendapat adalah hak setiap orang. Dan jika kita menghadapai sebuah masalah alangkah lebih baiknya tuk meneliti nya lebih dalam. Sebab, tidak ada hal yang sepenuhnya benar atau salah, semunya sesuai dengan sudut pandangan kita dengan segala perkara tersebut. (Mudiul Hayat Pasaribu)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)