Penjaga SMPN 32 Pekanbaru Mengaku Ditampar Kepala Sekolah

7.542 view
Penjaga SMPN 32 Pekanbaru Mengaku Ditampar Kepala Sekolah
Penjaga SMPN 32 Pekanbaru Jogo Negoro yang mengaku ditampar kepala sekolah. (foto: les)
PEKANBARU, datariau.com - Jogo Negoro (47) penjaga SMPN 32 Pekanbaru mengaku ditampar oleh Kepala SMPN 32 Pekanbaru. Peristiwa pemukulan itu terjadi menurut Jogo pada Selasa 21 Januari 2015 lalu sekitar pukul 14.00 WIB di salah satu ruangan sekolah.

Untuk itulah, Kamis (22/1/2015) kemarin Jogo Negoro mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru guna melaporkan sikap arogansi dan fitnah yang diduga dilakukan Kepala SMPN 32 Pekanbaru yang bernama Cory Norita kepada dirinya.

Jogo Negoro memaparkan, peristiwa pemukulan terhadap dirinya berawal saat dia menyangkal tudingan sang kepala sekolah yang menyebut Jogo telah mencuri dan merusak dokumen sekolah.

"Saya dituding mencuri surat lamaran guru bantu olahraga, merusak jaringan listrik, mematahkan kran air. Bukan hanya difitnah tetapi dia mengeluarkan kata-kata kotor, sang kepala sekolah melayangkan tangannya ke arah pipi saya," tuturnya.

Lebih jauh Jogo menjelaskan, tidak puas dengan memukul, Cory juga mencaci maki bahkan mengusir dirinya untuk tidak bekerja lagi di sekolah tersebut. Tidak lama kemudian, suami Cory dan seorang polisi dari Polsek Sukajadi Agus Pranoto tiba di lokasi sekolah.

"Awalnya kedua orang tersebut terkesan ingin mempersalahkan saya, namun  setelah mendengar penjelasan, keduanya malah menyalahkan kepala sekolah dan menyarankan agar permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan. Sejak peristiwa tersebut seluruh kunci sekolah yang selama ini saya pegang ditarik oleh kepala sekolah," jelas Jogo.

Ditanya, apakah Jogo tidak bermaksud membawa peristiwa tersebut ke ranah hukum, menurut Jogo dirinya bertugas di sekolah tersebut berdasarkan penugasan dari Dinas Pendidikan sejak tahun 2006 silam dan bukan honor sekolah. Sehingga peristiwa ini dilaporkan ke Disdik saja.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Prof Dr Zulfadil SE MBA, mengaku belum menerima laporan tersebut. Dia berjanji akan memanggil yang bersangkutan terkait petistiwa ini. Zulfadil juga sangat menyayangkan bila peristiwa itu benar terjadi.

"Kepala sekolah harus mampu menyelesaikan persoalan dengan arif dan bijak," tegasnya.

Sementara Kepala SMPN 32 Pekanbaru Cory Norita hingga berita ini dirilis belum bisa dikonfirmasi, baik melalui selulernya maupun melalui wawancara langsung. Wartawan masih terus mengupayakan untuk mengkonfirmasi kepala sekolah tersebut. (les)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)