BENGKALIS, datariau.com - Desa Muntai Barat Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, memiliki banyak komoditas ikan unggul, salah satunya ikan caru.
Ikan caru banyak ditemukan di desa Muntai Barat karena merupakan salah satu jenis ikan hasil tangkapan para nelayan yang ada di sana. Ikan caru atau yang lebih dikenal dengan ikan selar memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi dan rasanya yang enak.
Melihat potensi tersebut, Mahasiswa KKN Integrasi UNRI bersama Tim Dosen Pengabdian membuat suatu inovasi olahan makanan, yakni Abon Ikan Caru. Abon yang biasanya identik dengan ayam atau sapi, kini diperbarui dari bahan dasar ikan. Kendati terbuat dari olahan hasil laut, rasa abon ikan tersebut tak kalah lezat ketimbang abon sapi atau ayam. Selain rasanya yang khas, abon ikan juga kaya akan protein dan omega 3 yang baik bagi kesehatan.
Pengolahan abon dari ikan caru ini ditujukan sebagai bentuk usaha untuk mengembangkan UMKM di Desa Muntai Barat. Program ini ditujukan untuk kelompok dagang di sekitar Pantai Wisata Raja Kecik beserta pelaku UMKM yang ada di Desa Muntai Barat.
Kegiatan ini disambut penuh antusias oleh ibu-ibu Desa Muntai Barat dibuktikan dengan keaktifan bertanya dalam proses pembuatan maupun perencanaan lanjutan pengembangan UMKM abon ikan caru ini.
"Bahan dan cara pembuatan abon ikan caru ini lumayan mudah ya. Rasanya enak dan gurih, cocok disandingkan dengan nasi panas atau ketupat. Besok ibu mau buat untuk dijual di acara 17 Agustus-an pasti banyak yang beli dan suka," ucap Bu Mida yang merupakan pedagang di Pantai Wisata Raja Kecik.
Produk abon dihasilkan melalui beberapa teknik pengolahan makanan. Teknik tersebut adalah kombinasi antara merebus, menggoreng, dan mengeringkan. Alhasil, abon memiliki tekstur lembut, rasa gurih, dan tingkat kolesterol rendah.
Proses pembuatan abon ikan pada dasarnya mirip dengan jenis abon daging sapi atau ayam. Ikan Caru direbus hingga matang lalu dihaluskan namun dengan tekstur kasar. Selanjutnya, bumbu yang sudah dihaluskan ditumis lalu ditambah dengan santan dan masukkan ikan caru tadi. Masak hingga olahan mengering dan berwarna kecoklatan.
Tahap terakhir, abon ikan caru yang sudah matang dikeringkan menggunakan alat penyaring minyak. Setelah dikeringkan, abon ikan caru pun siap dimasukkan ke dalam kemasan. Produk Abon Ikan Caru ini memiliki masa simpan selama 1 bulan di dalam suhu ruang.
Melalui program ini, TIM KKN Integrasi UNRI Desa Muntai Barat mengoptimalkan UMKM Abon Ikan Caru. Bukan hanya pembuatan abon saja, tetapi sekaligus pembuatan packaging penjualan agar menarik pasar, pembuatan informasi nilai gizi, tagline untuk pemasaran, dan lainnya.