SIAK, datariau.com - Desa Langsat Permai merupakan salah satu desa di Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak Provinsi Riau yang memiliki potensi pengembangan wisata. Namun, wisata yang dikembangkan belum berbasis pertanian melainkan pemancingan alam di sungai yang terdapat di desa tersebut.
Oleh karena itu, melalui program Matching Fund (MF) ini, tim pelaksana berkerjasama dengan desa sebagai mitra tidak hanya terbatas dalam pengembangan agrowisata melainkan agroeduwisata. Matcing fund ini dilakukan oleh tim pelaksana yang juga diketuai oleh Prof Hapsoh, Dr Wawan, dan Isna Rahma Dini MSi dan beranggotakan 10 Mahasiswa Kukerta Integrasi UNRI.
Setelah terbentuk Agroeduwisata Terpadu ini diharapkan dapat meningkatkan nilai estetika dan keindahan alam desa, menjadi desa konservasi lingkungan yang menerapkan konsep pertanian berkelanjutan, sebagai sarana rekreasi bagi masyarakat desa maupun luar desa khususnya masyarakat Kota Pekanbaru dan sekitarnya, sebagai sarana edukasi khususnya kegiatan pertanian terpadu sehingga meningkatkan kegiatan ilmiah dan ilmu pengetahuan, serta pada akhirnya tentu saja dapat meningkatkan pendapatan Desa Langsat Permai.
Semua kegiatan matching fund akan dilakukan selama mahasiswa menjalani pengabdian yang dimulai dari bulan Juni hingga Agustus 2022.
Aktivitas pertama yang dilakukan oleh mahasiswa adalah aktivitas peternakan. Dimana akan dilakukan pemanfaatan limbah pertanian menjadi pakan alternatif untuk ternak yang dimiliki oleh petani. Pakan alternatif ini berupa pakan fermentasi, yang dapat digunakan para peternak menjadi salah satu alternatif pangan untuk ternak sapi.
Pakan fermentasi ini juga mudah untuk dilakukan oleh warga yang berprofesi sebagai petani dikarenakan bahan-bahan yang diperlukan dapat ditemukan di kehidupan sehari-hari terkhususnya di desa Langsat Permai. Bahan yang dibutuhkan terdiri dari Jerami padi, bakteri EM4, dedak, molase berupa tetan air tebuh. Hasil dari fermentasi ini dapat di lihat pada minggu kedua.
Pada kegiatan ini, mahasiswa dan dosen bekerjasama dengan warga setempat yaitu Suhadi dan Arif. Diharapkan fermentasi pakan ini dapat dilakukan oleh para peternak di Desa Langsat Permai.
Upaya untuk meningkatkan agroeduwisata desa Langsat Permai dosen dan mahasiswa Kukerta Integrasi UNRI juga melakukan kegiatan dalam aktivitas perikanan yaitu pembuatan keramba lele. Pada kegiatan ini, mahasiswa memberikan tenaga yang besar agar keramba lele ini segera tereleasasikan. Puji Tuhan keramba lele dapat dibangun di desa Langsat Permai tanpa adanya kendala yang besar.
Dosen beserta mahasiswa sangat berharap keramba lele ini berfungsi sebagaimana yang di inginkan yaitu untuk mendukung Agroeduwisata dan dapat meningkatkan mata pencaharian warga Desa Langsat Permai kedepannya. Sangat berharap juga keramba ini dapat dilestarikan oleh warga setempat.
Untuk meningkatkan daya tarik wisata juga akan dibudidayakan tanaman hias dan tanaman refugia. Pada kegiatan ini mahasiswa dibantu oleh warga menanam tanaman sebanyak 250 batang terdiri dari pucuk merah,asokadan bougenville. Warga setempat sangat bersemangat dan sangat senang karena desa mereka akan ditumbuhi tanaman yang dapat memperindah desa Langsat Permai.
Warga juga sangat berterimakasih kepada dosen dan mahasiswa kukerta integrasi UNRI karena telah mengabdikan diri pada desa Langsat Permai dan juga telah meningkatkan daya tarik dari desa tersebut. Dalam hal ini tim pengabdian bermitra dengan ketua karang taruna Suyadi. (rls)