Mahasiswa Kukerta UNRI Sosialisasi Pembayaran Digital QRIS Kepada Pelaku UMKM Desa Lereng

datariau.com
729 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Sosialisasi Pembayaran Digital QRIS Kepada Pelaku UMKM Desa Lereng
Foto: Rizki Mulyadri
Mahasiswa Universitas Riau (UNRI) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Tematik Literasi 2025 sukses menggelar kegiatan sosialisasi penggunaan QRIS bagi pelaku UMKM Desa Lereng.

KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Universitas Riau (UNRI) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Tematik Literasi 2025 sukses menggelar kegiatan sosialisasi penggunaan QRIS bagi pelaku UMKM Desa Lereng.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis 17 Juli 2025 di Aula Desa Lereng Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar, Riau. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa terhadap kemajuan dalam pembayaran digital, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG’s), terutama poin 8 Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Kegiatan ini disosialisasikan oleh Randy Garadewa salah seorang mahasiswa Kukerta yang mendalami materi terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, yang menjadi salah satu indikator SDG’S yang dikemukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Acara ini turut dihadiri oleh perangkat Desa Lereng dan turut hadir para pelaku UMKM yang berada di Dusun Lereng, Dusun Sungai Deras, Dusun Rimbo Tampui, dan Dusun Sopang.

Sasaran dari program ini adalah para pelaku UMKM Desa Lereng, yang berkecimpung dalam usaha selama beberapa tahun, tentang pentingnya transformasi digital dalam alat transaksi pembayaran non tunai. Minimnya pengetahuan tentang transaksi digital di kalangan para pelaku UMKM menjadi perhatian utama dalam program ini.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap dengan adanya QRIS para pelaku UMKM dapat menerima perubahan zaman dengan inovasi pembayaran secara digital dengan lebih mudah, cepat, dan aman yang dapat meningkatkan jumlah transaksi tidak hanya secara tunai dan sekarang bertambah menjadi non tunai.

Kemudian juga bisa mengurangi risiko kehilangan uang tunai atau kesalahan dalam memberikan kembalian serta dapat mudah melayani konsumen lebih luas, termasuk yang tidak membawa uang tunai. QRIS juga merupakan salah satu alat transaksi non tunai yang menjaga ketahanan atau sustainable di masa yang akan datang dalam segi alat transaksi non tunai, yang dimana ada perubahan perilaku (behavior) masyarakat dalam melakukan transaksi barang atau jasa.

Program ini melibatkan sesi edukasi interaktif dimana Randy Gardewa selaku narasumber memberikan penjelasan tentang transformasi perubahan alat pembayaran, serta mengenai apa itu QRIS kepada UMKM Desa Lereng.

Sesi tanya jawab dan diskusi terbuka juga dilakukan agar pelaku UMKM dapat berbagi pengalaman dan bertanya tentang hal-hal yang belum mereka pahami terkat QRIS tersebut.

Setelah kegiatan sosialisasi, besoknya salah seorang pelaku UMKM bernama Ibu Laila memberikan tanggapan atas keberhasilan mahasiswa Kukerta dalam membantu para pelaku UMKM untuk bertransfromasi dalam alat pembayan digital tersebut.

“Terima kasih untuk anak-anak KKN yang telah memberikan sosialisasi edukatif untuk saya selaku pelaku UMKM. Setelah adanya QRIS ini, pesanan kue saya laku banyak karena kemudahan pembayaran yang tersedia. Terima kasih juga atas bantuan dalam memberikan stand acrilic yang memudahkan konsumen untuk scan barcode QR,” katanya.

Dengan adanya workshop ini, diharapkan para pelaku UMKM Desa Lereng dapat lebih memahami dan menggunakan QRIS tersebut sebagai salah satu alat transaksi digital yang mereka sediakan di toko-toko mereka, serta mendukung ketahanan atau sustainable di masa yang akan datang.***

Penulis
: Rizki Mulyadri
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)