Mahasiswa Kukerta UNRI Pasang 16.000 Label Nama Bibit Tanaman di Kebun Bibit Rakyat Desa Kampar

datariau.com
1.340 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Pasang 16.000 Label Nama Bibit Tanaman di Kebun Bibit Rakyat Desa Kampar

DATARIAU.COM - Ketahanan pangan merupakan suatu kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Tercermin dari tersedianya pangan secara cukup, baik dari jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau. Sebuah rumah tangga dikatakan memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan.

Dalam UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

Ketahanan pangan direncanakan Pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan yang adil dan merata untuk masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Terlebih setelah pandemi seperti ini, masyarakat membutuhkan proses untuk bisa menstabilkan kembali perekonomian agar dapat kembali seperti sediakala.

Ketahanan pangan sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Dengan ketahanan pangan kebutuhan masyarakat lebih mudah terpenuhi terutama untuk masyarakat yang mengalami krisis ekonomi. Dengan ini kesejahteraan masyarakat dapat tercapai sesuai dengan harapan yang diinginkan. Selain itu, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerawanan pangan yang dapat mengancam kehidupan masyarakat.

Kerawanan pangan adalah suatu kondisi ketidakcukupan pangan yang dialami daerah, masyarakat, atau rumah tangga, pada waktu tertentu untuk memenuhi standar kebutuhan fisiologi bagi pertumbuhan dan kesehatan masyarakat. Kondisi itu ditandai oleh rendahnya ketersediaan kalori untuk konsumsi per kapita.

Peran pemerintah sangat penting dalam hal mewujudkan semua program ketahanan pangan. Karena hal ini, pemerintah Desa Kampar bekerja sama dengan Mahasiswa Kukerta untuk membuat label nama tanaman dari bibit tanaman yang telah disediakan oleh pemerintah. Pemerintah telah menyediakan 16.000 bibit tanaman yang terdiri dari 8.000 bibit Pohon Durian dan 8.000 bibit Pohon Matoa.

Kegiatan pembuatan label nama bibit tanaman ini dilakukan selama 2 hari. Pembuatan nama tanaman diawali dengan penulisan kode Kebun Bibit Rakyat, kemudian tahun pembuatan label, nama jenis bibit tanaman dan diakhiri dengan nomor urut bibit tanaman.

Tidak hanya sampai disitu saja. Setelah pembuatan label nama bibit tanaman ini selesai, dilanjutkan dengan pemasangan label nama di masing-masing bibit tanaman yang ada. Pemasangan label nama bibit tanaman ini dilakukan, Selasa (2/8/2022) pukul 13.00 WIB.

Program pemberian 16.000 bibit tanaman di Desa Kampar memiliki tujuan untuk mencegah agar perekonomian Desa Kampar tidak kembali jatuh dan tetap bisa stabil seperti sebelumnya.

Pembuatan label nama bibit tanaman ini dilakukan guna mendukung terealisasinya program penting dari pemerintah Desa Kampar dalam hal ketahanan pangan.

Dalam pembuatan label nama bibit tanaman ini memakan waktu yang lumayan lama karena banyaknya label nama yang perlu dipersiapkan.

Selain itu, dengan kesibukan lain dari Perangkat Desa maupun Mahasiswa KKN yang cukup padat saat itu membuat pembuatan nama label tanaman ini sempat mengalami kesulitan dalam penyelesaiannya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)