Mahasiswa Kukerta UNRI Adakan Pelatihan Memasak Pangan Sehat Tako Nangka dan Es Krim Daun Kelor

datariau.com
690 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Adakan Pelatihan Memasak Pangan Sehat Tako Nangka dan Es Krim Daun Kelor

BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kukerta MBKM Universitas Riau 2024 melakukan Pelatihan Masak Pangan Sehat, Tako Nangka dan Es Krim dari Daun Kelor di Dusun Mekar Jaya, Desa Sungai Nibung, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.

Pada tanggal 5 Agustus 2024 Tim Mahasiswa Kukerta MBKM Universitas Riau berhasil melakukan pelatihan pangan sehat dari daun kelor yang dilaksanakan di rumah Kepala Dusun Mekar Jaya Iskandar.

Daun kelor memiliki banyak manfaat dan salah satunya bisa untuk mencegah stunting. Inovasi tako nangka dan es krim merupakan salah satu upaya untuk pencegahan stunting.

Stunting adalah gizi kronis atau kegagalan pertumbuhan dan perkembangan. Keadaan kurang gizi ini sudah ada sejak lama, dimana anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan yang tidak sampai pada tinggi anak normal pada usianya.

Biasanya stunting terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun. Anak yang mengalami stunting pada masa ini cendrung akan sulit mencapai tinggi badan yang optimal pada masa periode selanjutnya.

Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada perkembanganya seperti fungsi kognitif, psikomotor, penurunan intelektual, peningkatan resiko penyakit degeneratif serta penurunan produktifitas di masa mendatang.

Upaya pencegahan yang dapat di lakukan adalah pemberian makanan sehat pada anak, salah satunya adalah dengan mengonsumsi daun kelor. Tanaman kelor (Moringa Oleifera) merupakan tanaman yang memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Daun kelor miliki kandungan betakroten 4 kali lebih tinggi dari wortel, 3 kali dari potassium pisang, 25 kali zat besi bayam, 7 kali vitamin C jeruk, 4 kali kalsium susu, dan 2 kali protein yogurt.

Inilah alasan mengapa daun kelor menjadi salah satu pangan penanggulangan masalah kekurangan gizi pada anak-anak dan sebagai upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Selain memiliki banyak sekali manfaat, daun kelor juga bisa menjadi potensi ekonomi untuk menunjang perekonomian ibu-ibu. Olahan yang dibuat dari bahan utama daun kelor tersebut bisa juga untuk dijadikan usaha sehingga bisa menunjang perekonomian masyarakat.

Saat melakukan sosialisasi dan pelatihan di Dusun Mekar Jaya, masyarakat sangat antusias selama pelatihan. Ibu-ibu bersemangat karena ini merupakan salah satu inovasi baru. Tim Mahasiswa Kukerta MBKM Universitas Riau 2024 berhasil melatih kurang lebih 20 ibu-ibu yang ada di Dusun Mekar Jaya.

“Inovasi ini sangat bagus apalagi es krim, tidak mungkin anak-anak tidak suka. Saya sangat mendukung inovasi olahan pangan sehat ini,” ujar Robiah, Ibu Kepala Dusun Mekar Jaya.

Tim Mahasiswa Kukerta MBKM Universitas Riau 2024 berharap inovasi pangan sehat ini dapat memberikan manfaat dalam segi kesehatan dan juga menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat yang ada di Dusun Mekar Jaya.

Adapun pencapaian ini atas bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Rina Susanti SSos MSi. Tim Mahasiswa Kukerta MBKM Universitas Riau 2024 beranggotakan 12 orang, semuanya berasal dari satu Fakultas yang sama yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan terdiri dari Mahasiswa yang berasal dari 4 jurusan yang berbeda.

Diantaranya 6 Mahasiswa dari Jurusan Sosiologi, 4 Mahasiswa dari Ilmu Pemerintah dan 2 Mahasiswa dari Jurusan Ilmu Komunikasi, yakni Indra Syaputra sebagai Ketua, Fadilah Nike Lestari sebagai Sekretaris 1, Umi Muflihatun sebagai Sekretaris 2 dan Bulan Ziza sebagai Bendahara.

Lalu diikuti anggota M Adnan Amjad, Cici Kurniasih, Adelya Try Wulan Suci Rahma Ningsih, Ananda Afrianza, Destalian Bembi Nursal, Ramzilas Akza, Rifkiy Maulana Triadi dan Andika Saputra Pratama. ***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)