Mahasiswa KKN Unri Berikan Penyuluhan dan Bantuan Kepada Anak Stunting di Kelurahan Sialangrampai

Ruslan
213 view
Mahasiswa KKN Unri Berikan Penyuluhan dan Bantuan Kepada Anak Stunting di Kelurahan Sialangrampai
Foto: Erna Fitriani
Tim Kukerta Balek Kampung UNRI 2021 memberikan Penyuluhan mengenai Stunting  kepada Warga di Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Kulim, Pekanbaru, Kamis (05/08/2021) lalu.

PEKANBARU, datariau.com - Salah satu program kerja tim kukerta balek kampung Universitas Riau kelurahan Sialangrampai tahun 2021 adalah melakukan penyuluhan stunting kepada warga di Kelurahan Sialangrampai.

Kegiatan ini merupakan program kerja pada tema unggulan dalam kegiatan kukerta yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Riau.

“Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis akibat asupan makanan tidak sesuai dengan kebutuhan gizi dalam jangka panjang yang ditandai dengan tubuh pendek (kerdil) pada balita. Permasalahan stunting terjadi mulai dari dalam kandungan tetapi biasanya anak yang mengalami stunting baru akan terlihat saat menginjak usia dua tahun,” ujar Nur Hasanah, mahasiswi Keperawatan UNRI, Jum’at 05 Agustus 2021.

UNICEF mendefinisikan stunting menjadi dua kategori yaitu stunting sedang dan berat (persentase anak usia 0 bulan sampai dengan 59 bulan dengan tinggi badan berada di bawah minus dua) serta yang mengalami stunting kronis (persentase anak usia 0 bulan sampai dengan 59 bulan dengan tinggi badan berada di bawah minus tiga) yang diukur dengan menggunakan standar pertumbuhan yang dikeluarkan oleh WHO.

Selain pertumbuhan yang terhambat, stunting juga dapat memberikan dampak jangka pendek dan jangka panjang pada anak.

Dampak jangka pendek yang akan dialami anak antara lain: meningkatkan potensi sakit dan kematian pada anak serta perkembangan kognitif, motorik, dan verbal anak menjadi terhambat dan tidak optimal.

Sedangkan dampak jangka panjang antara lain: meningkatkan resiko obesitas dan penyakit tidak menular seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes, kanker, dan lain-lain; kesehatan reproduksi yang menurun; kapasitas belajar dan performa yang tidak optimal saat masa sekolah; serta produktivitas dan kapasitas kerja yang tidak optimal saat dewasa.

Penyuluhan dan pemberian bantuan kepada anak yang mengalami stunting ini dilaksanakan pada Kamis (05/08/2021) yang juga dihadiri oleh Bapak Iriyanto, SHI selaku kepala lurah Sialangrampai dan juga Ibu Nur Asiah selaku ketua posyandu di kelurahan Sialangrampai.

Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada keluarga mengenai stunting mengenai ciri, faktor-faktor, penyebab, cara pencegahan serta penangan anak yang mengalami stunting.

“Untuk penyuluhan kami menggunakan media lembar balik dan leaflet agar memudahkan pemberian informasi kepada keluarga dengan anak yang mengalami stunting,” ujar Nur Hasanah dan Zhafirah Annisa.

Kegiatan ini dilakukan dengan mengunjungi langsung ke rumah warga yang anaknya mengalami stunting kemudian mahasiswa kukerta akan memberikan penjelasan mengenai stunting kepada warga tersebut.

Menurut data dari puskesmas di Kelurahan Sialangrampai, anak yang tercatat mengalami stunting berjumlah 2 orang.

“Sebenarnya anak yang mengalami stunting di daerah sini banyak, cuma yang terdaftar hanya 2 orang karena yang lain jarang pergi ke posyandu apalagi masa pandemi sekarang," pungkas Nur Asiah saat mengunjungi salah satu anak yang mengalami stunting.

Penyuluhan ini mendapat respon yang baik dari warga yang dikunjungi, dengan adanya penyuluhan ini warga jadi tahu mengenai stunting.

Ibu Gusda Yunida yang merupakan Ibu dari salah satu anak yang mengalami stunting mengatakan bahwa sebelumnya orang-orang banyak berfikir bahwa anak yang pendek ini karena faktor keturunan saja, ternyata anak yang pendek ini juga bisa saja merupakan ciri-ciri dari stunting.

“Penyuluhan stunting ini diharapkan, masyarakat dapat memperhatikan nutrisi yang dibutuhkan oleh, anak agar tidak terjadi stunting,” pungkas M. Andre Alvico selaku ketua Tim Kukerta Balek Kampung Universitas Riau.

Kemudian kegiatan diakhiri dengan pemberian bantuan berupa bingkisan kepada warga yang dikunjungi. (ril)

Penulis
: Tim Kukerta Unri
Sumber
: Datariau.com
Kirim berita, hak jawab, laporan: 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)