BENGKALIS, datariau.com - Remaja merupakan mereka yang berada pada masa peralihan antara masa kanak-kanak menuju dewasa.
Batasan usia remaja menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10 sampai 18 tahun.
Masa remaja sering disebut dengan masa terlabil, karena dalam fase ini seorang anak akan berusaha mencari tahu lebih banyak di sekitarnya dan mencari jati dirinya.
Dalam fase ini, mereka akan melakukan penyesuaian dengan lawan jenis, perubahan pola hidup, perubahan perilaku, dan sosialisasi dengan lingkungan sekitar. Saat memasuki masa remaja, seseorang akan cenderung memisahkan diri dari keluarganya.
Karena disebut dengan masa terlabil, maka tidak salah jika dikatakan bahwa masa remaja adalah masa rentan dengan berbagai permasalahan.
Baik itu permasalahan dengan dirinya sendiri, dengan keluarga, teman-teman sekitar, hingga permasalahan dengan perkembangan zaman.
Oleh karena itu, perlu ada pendampingan dan pembinaan agar remaja tidak terjerumus pada hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya.
Menyadari betapa pentingnya pendampingan terhadap masa remaja yang rentan ini, pada Ahad (1/8/2021) para mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Universitas Andalas ikut berpartisipasi sebagai relawan yang membantu kegiatan di Posyandu Remaja Sehat Kreatif Unik Yoyoii atau yang disingkat dengan POSKUY.
Posyandu Remaja ini dilaksanakan di Jalan Seni Alam, Kelurahan Tambusai Batang Dui, Kecamatan Bathin Solapan, Duri.
Posyandu remaja adalah salah satu kegiatan dari pemerintah yang berbasis kesehatan masyarakat khusus remaja.
Posyandu remaja ini dihadirkan untuk memantau dan melibatkan para remaja dalam peningkatan kesehatan dan keterampilan hidup sehat secara berkesinambungan.
Posyandu remaja juga menyediakan pelayanan kesehatan, termasuk pemberian informasi kesehatan maupun informasi penting lainnya kepada remaja.
Tidak hanya itu, pada POSKUY ini juga menerima sesi curahan hati (curhat) seputar permasalahan yang sedang mereka hadapi dan juga pemberian solusi bagaimana seharusnya seorang remaja menyelesaikan masalah tersebut.
Hal ini dilakukan agar para remaja yang sedang dalam fase-fase krusial dalam hidupnya tidak salah memilih langkah penyelesaian.
Mahasiswa KKN Unand membantu segala bentuk kegiatan di POSKUY, diantaranya pendaftaran, pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang dan lengan atas, serta pengecekan tekanan darah.
Selain pengecekan dan pengukuran, pada POSKUY ini juga membekali remaja tentang pentingnya keterampilan hidup sehat sekaligus sebagai aktualisasi diri dalam peningkatan derajat kesehatan mereka.
Posyandu remaja juga dapat menjadi sarana sosialisasi antarsesama. Bertemu dengan teman sebaya, mengobrol, dan bertukar pikiran bisa saling memberikan motivasi dan sugesti positif yang baik untuk perkembangan psikologis mereka.
?Ketika menjadi relawan di POSKUY, saya melihat banyak remaja dengan tekanan darah rendah. Lalu saya ikut mendengarkan sesi konseling mereka setelah pengecekan kesehatan untuk mencari tahu penyebab tekanan darah mereka yang rendah. Kebanyakan dari para remaja dengan tekanan darah rendah ini disebabkan karena kurangnya mengonsumsi makanan sehat dan kurangnya cairan. Remaja saat ini sangat menyukai makanan cepat saji atau fast food dan makanan dengan kandungan micin yang banyak. Oleh sebab itu, asupan nutrisi mereka sangat kurang. Tidak hanya karena itu, terlalu sering bergadang juga menjadi salah satu penyebab,? ucap Meilisa, salah satu Mahasiswa KKN Universitas Andalas.
?Saya mengharapkan banyak remaja yang hadir di POSKUY ini, karena pada usia mereka akan sangat sensitive dalam menyikapi segala masalah. Jika tidak kita dampingi dan dipantau, maka kemungkinan besar mereka akan mengambil keputusan yang salah. Apalagi jika mereka berada dilingkungan yang tidak baik. Remaja-remaja seperti itulah yang kita prioritaskan untuk dipantau. Sebab selain melihat status gizi mereka, kesehatan jiwa juga perlu kita perhatikan,? ujar Ibu Vera, Bidan di POSKUY.
Kegiatan Posyandu Remaja tersebut berjalan dengan lancar dan tercatat ada 17 remaja yang telah hadir dan diharapkan mereka dapat memahami berbagai sosialisasi yang telah disampaikan baik itu dari Bidan maupun para mahasiswa KKN Universitas Andalas.
Pada jadwal selanjutnya, diharapkan pengecekan kesehatan para remaja ini dapat berkembang satu tingkat menjadi lebih baik dan normal. (Noni Julia)