KAMPAR, datariau.com - Krisis akibat pandemi Covid-19 ini telah menghancurkan berbagai sektor bisnis dan ekonomi, terutama Usaha Menengah Kebawah Masyarakat (UMKM). Salah satu solusi berbisnis di era pandemi Covid-19 memang memerlukan inovasi serta pendampingan pada masyarakat awan yakni dengan Pemanfaatan Teknologi Digital.
Hal tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN-DR) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Tim KKN-DR Desa Sungai Pinang untuk membantu masyarakat tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.
Sejumlah mahasiswa tersebut membantu usaha masyarakat dengan melakukan kegiatan program digitalisasi UMKM sekaligus pendampingan untuk meningkatkan usaha dan ekonomi masyarakat di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang. Kegiatan ini dilaksanakan pada 26 Juli hingga 5 Agustus 2021.
Program ini diinisiasi oleh Rahmat Pajri jurusan Ilmu Komunikasi beserta teman-temannya dari tim KKN Desa Sungai Pinang yaitu Kemal Abdillah (Manajemen), Rahayu Mulyani (Akuntansi), Aldo Saputra, Muhammad Afdhal (Ilmu Komunikasi), Fatlun Afrori, Lusi Ariesta, dan Aulia Putri Islami (Pendidikan Ekonomi).
KKN ini bertujuan untuk mewujudkan dari Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian terhadap masyarakat. Terlebih di saat kondisi pandemi Covid-19 ini banyak usaha masyarakat yang terkena dampak mengakibatkan menurunnya perekonomian masyarakat.
"Maka dari itu kami berinisiatif untuk membantu masyarakat salah satunya dengan pemanfaatan teknologi digital," kata Rahmat Pajri kepada datariau.com melalui rilisnya, Kamis (5/8/2021).
Adapun Kegiatan yang mereka laksanakan yaitu terlebih dahulu bersosialisasi dengan masyarakat yang memiliki usaha serta berdiskusi membahas pendapatan dan pengeluaran usaha, hambatan dan perkembangan usaha serta dampaknya pasca Covid-19.
Berdasarkan survey di lapangan terdapat banyaknya masyarakat yang mengeluh akan dampak pandemi ini terhadap usaha mereka.
Salah seorang pemilik usaha jasa pangkas rambut Asham, Pak Herdi mengatakan, pandemi Covid-19 ini sangat berdampak sekali bagi usahanya. Misalnya saja anak-anak sekolahan sekarang sudah jarang untuk memangkas rambut. Kebanyakan rambut mereka gondrong dikarenakan sekarang mereka belajarnya Daring, jadi tidak kena tegur guru jika rambutnya panjang.
"Biasanya kalau di sekolahan kan kena tegur," ujarnya.
Selain bersosialisasi, Kelompok Mahasiswa KKN ini membantu mendaftarkan lokasi usaha masyarakat ke Google Maps agar mudah diketahui para konsumen di dunia maya.
Tidak hanya itu, mereka juga membantu memasarkan usaha/produk ke marketplace seperti Shopee, Bukalapak, dan membantu pembuatan akun media sosial UMKM di Instagram dan Facebook serta membantu Branding Produk UMKM agar lebih menarik minat pembeli.
Pendampingan ini mereka laksanakan beberapa hari secara bertahap dengan mendatangi setiap masyarakat yang memiliki usaha seperti jasa jahit pakaian, jasa pangkas rambut, toko harian, warung kuliner dan beberapa usaha seperti olahan makanan, kue dan lain sebagainya.
Dr Sukiyat SAg MAg sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Group 20 menjelaskan, Digitalisasi UMKM adalah salah satu cara untuk mengenalkan brand dan mempromosikan usaha/jasa dengan menggunakan media internet dan teknologi digital.
"Sangat baik sekali karena kegiatan ini menjadikan salah satu cara untuk menggerakkan roda ekonomi kita pada masa pandemi ini," pungkas Dr Sukiyat. (ril)