Mahasiswa Kelolah Limbah Serai Wangi Menjadi Minyak Oleoresin dan Karbol

Ruslan
66 view
Mahasiswa Kelolah Limbah Serai Wangi Menjadi Minyak Oleoresin dan Karbol
Foto: Ist

KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau melakukan pengolahan kembali limbah serai wangi menjadi minyak oleoresin dan karbol untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama petani di Desa Siabu, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar.

Teknik pengolahan limbah ini merupakan salah satu program kerja dari tim kukerta Unri kepada masyarakat di Desa Siabu dalam upaya peningkatan pendapatan serta pemanfaatan limbah serai wangi menjadi minyak oleoresin dan karbol agar lebih bernilai ekonomis dimasa pandemi covid-19.

Dalam hal ini mahasiswa kukerta memanfaatkan limbah penyulingan minyak atsiri sebagai bahan utama untuk pembuatan oleoresin dan pembersih lantai. Oleoresin ini memiliki manfaat yang sangat beragam dan memiliki pengaruh pada keadaan saat ini.

Umumnya, oleoresin digunakan di berbagai industri obat-obatan, bidang kesehatan, dan pengawet makanan. Manfaat penggunaan oleoresin pada beberapa produk dari hasil industri dimaksudkan untuk menambah umur produk tersebut.

Proses pengolahan limbah dilakukan di Laboratorium Teknik Kimia Fakultas Teknik, Universitas Riau. Pada pembuatan oleoresin kali ini dibuat dua sampel oleoresin dengan menggunakan limbah padat serai wangi yang telah melalui proses penyulingan destilasi uap.

Cara pembuatannya cukup sederhana, yaitu limbah padat serai wangi dipotong menjadi bagian kecil, kemudian dimasukkan ke dalam sebuah botol kaca, lalu dicampur dengan larutan etanol, kemudian ditutup dan sesekali dihomogenkan. Biarkan selama sekitar 5 hari.

Setelah 5 hari, limbah serai wangi disaring, kemudian hasil saringan berupa larutan oleoresin dilakukan proses distilasi untuk memisahkan antara etanol dengan oleoresinnya.

Tidak hanya limbah padat, limbah cair juga bisa dimanfaatkan dalam kebutuhan sehari-hari. Proses pembuatan Karbol yang merupakan cairan pembersih atau disinfektan yang biasa digunakan untuk membersihkan berbagai macam permukaan, terutama kamar mandi.

Dalam pembuatan karbol kali ini, memanfaatkan limbah cair dari hasil penyulingan minyak atsiri. Dengan menambahkan getah pinus, NaOH, dan larutan aquades. Karbol sendiri mengandung anti septik yang bermanfaat untuk membunuh kuman dan bakteri.

Dengan wanginya yang kuat, mampu menghilangkan bau tak sedap seperti pesing hewan, kotoran hewan, bahkan bau wc yang membandel. Serta dapat mengusir serangga seperti nyamuk, lalat, kecoak, dan tikus. (ril)