LPII FEB UNRI Kunjungi OJK Riau, Mahasiswa Dibekali Literasi Keuangan di Era Digital

datariau.com
139 view
LPII FEB UNRI Kunjungi OJK Riau, Mahasiswa Dibekali Literasi Keuangan di Era Digital

PEKANBARU, datariau.com - Lembaga Pengkajian Ilmiah dan Informasi (LPII) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (FEB UNRI) melaksanakan program kunjungan edukatif ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai peran OJK serta meningkatkan pemahaman tentang pentingnya literasi keuangan di era digital.

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai tugas dan fungsi OJK dalam mengatur serta mengawasi sektor jasa keuangan, termasuk melindungi konsumen dan masyarakat dalam menggunakan berbagai layanan keuangan.

Selain mengenal peran OJK, peserta juga memperoleh materi mengenai pengelolaan keuangan pribadi. Pembahasan mencakup penyusunan perencanaan keuangan, pengelolaan pemasukan dan pengeluaran, hingga pembentukan kebiasaan finansial yang sehat untuk mendukung kestabilan keuangan di masa depan.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga diajak memahami berbagai fenomena yang dapat memengaruhi perilaku konsumtif generasi muda, seperti YOLO (You Only Live Once), FOMO (Fear of Missing Out), dan doom spending.

YOLO merupakan pola pikir yang mendorong seseorang menikmati hidup saat ini, sedangkan FOMO berkaitan dengan rasa takut tertinggal dari tren atau pengalaman orang lain. Sementara itu, doom spending menggambarkan kecenderungan berbelanja sebagai respons terhadap kecemasan, stres, atau ketidakpastian.

Pemahaman terhadap fenomena tersebut dinilai penting agar mahasiswa mampu mengenali faktor-faktor yang memengaruhi keputusan finansial, sehingga tidak mudah terjebak dalam kebiasaan belanja impulsif yang berpotensi mengganggu kondisi keuangan pribadi.

Materi lainnya membahas risiko penggunaan layanan keuangan digital, khususnya pinjaman online legal dan ilegal. Mahasiswa diingatkan untuk tidak hanya mempertimbangkan kemudahan dan kecepatan layanan, tetapi juga memahami legalitas penyedia jasa, ketentuan pinjaman, biaya, serta kemampuan membayar sebelum mengambil keputusan.

Dalam memilih produk atau layanan keuangan, peserta diperkenalkan dengan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis. Legal berarti memastikan penyedia layanan memiliki izin atau legalitas yang sesuai, sedangkan logis berarti menilai kewajaran penawaran, manfaat, risiko, serta keuntungan yang dijanjikan.

Prinsip tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa agar lebih waspada terhadap penawaran keuangan yang tidak masuk akal dan terhindar dari potensi penipuan maupun masalah keuangan di kemudian hari.

Melalui program kunjungan edukatif ini, LPII FEB UNRI berharap mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mengelola keuangan dan mengambil keputusan finansial secara bijak.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)