SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kukerta Balek Kampung UNRI Jatibaru 2021 mengadakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Susu Biji Durian (SUBIAN) dengan memanfaatkan limbah biji durian yang terbuang sia-sia, mahasiswa mengadakan sosialisasi ini bertujuan untuk mengajak masyarkat setempat khususnya desa Jatibaru membangun karakter dan menciptakan jiwa kepedulian terhadap lingkungan.
Sekelompok mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Riau mengolah limbah biji durian menjadi minuman susu sehat dan bergizi.
Dalam rangka mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah ekonomi yang produktif sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh undang-undang Nomor 20 tahun 2008. Selama pandemi, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau, mengadakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Subian (Susu Biji Durian) menggunakan bahan dasar Biji Durian.
Pelatihan diberikan bagi Ibu PKK Desa Jatibaru pada Senin (9/8/2021) siang di Aula Kantor BAPEKAM, Desa Jatibaru, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak.
Tim Pengabdian kukerta Universitas Riau dengan Dosen Pembimbing Lapangan Indra Lesmana SPi MSi melakukan pelatihan pembuatan Subian. Kegiatan sosialisasi ini tetap diadakan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan dimana mahasiswa kukerta dan ibu-ibu PKK tetap menggunakan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Tentunya dalam pelaksanaan kegiatan Sosialisasi dan pelatihan pembuatan Subian tetap menerapkan protocol kesehatan yang ketat. Hal ini tentu saja dilakukan untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 yang masih tinggi saat ini.
"Produk ini terinspirasi dari banyaknya buah durian di sekitar desa lokasi KKN," kata anggota kelompok KKN Universitas Riau Tika Tia Putri.
Menurut Tika, di Kabupaten Siak terdapat potensi sumber daya lokal berupa buah durian. Selama ini saat musim durian dan biji buah tersebut hanya dibuang percuma tanpa ada upaya mengolah menjadi produk bernilai tambah, kondisi tersebut membuat para mahasiswa kukerta menggagas inovasi dengan mengolah biji durian menjadi susu yang diberi nama Subian singkatan dari susu biji durian.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Subian dimulai dengan pengenalan alat dan bahan pembuatan Subian ini kepada ibu-ibu yang hadir.
Proses pembuatannya sangat sederhana, yaitu pertama, mengupas biji durian hingga terlihat bagian dalam yang warna putih, kemudian dicuci bersih.
Berikutnya biji tersebut direndam dengan air campuran kapur sirih selama 30 menit lalu direbus hingga lunak.
Selanjutnya dihaluskan dengan cara diblender. Setelah itu, disaring agar tekstur susu biji durian lebih halus, lalu direbus kembali ditambah gula secukupnya. Untuk menambah aroma, tambahkan vanili.
Terakhir, sari biji durian yang telah dimasak didinginkan, disaring dan dituangkan ke dalam botol kemasan.
Subian memiliki kandungan bermanfaat untuk tubuh seperti Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin C, karbohidrat, lemak, folat, protein, serat, energi, kalium, kalsium, tembaga, dan fosfor sehingga baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi serta menurunkan risiko osteoporosis.
Penggunaan limbah rumah biji durian dalam pembuatan susu biji durian (SUBIAN) merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan dengan cara memanfatkan limbah dan menciptakan produk yang bermanfaat dan menyehatkan tubuh.
Menurutnya, hal ini akan membantu mengurangi limbah yang terbuang sia-sia dengan mengolah biji yang terbuang begitu saja.
Penanggung jawab kegiatan Tika Tia Putri mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan wawasan dan edukasi kepada masyarakat kampung setempat.
"Kami selaku mahasiswa yang sedang melakukan kukerta di Desa Jatibaru ini berharap dapat wawasan dan pengetahuan ibu PKK, kami juga berharap kegiatan ini tak hanya menjadi progam kerja kukerta, tetapi juga dapat mendatangkan manfaat bagi ibu-ibu baik sebagai pemakaian pribadi untuk minuman sehat yang berkhasiat hingga dijadikan peluang usaha," ujar Tika. (rls)