Ingatkan Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Anak, Maman Suherman : Anak Imitasi dari Orangtuanya

Sindy Aprilia Dwiyanti
37 view
Ingatkan Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Anak, Maman Suherman : Anak Imitasi dari Orangtuanya
Gambar : tribunstyle.com
Penggiat literasi nasional, Maman Suherman.

DATARIAU.COM - Penggiat literasi nasional Maman Suherman mengatakan, pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak dini ke anak-anak.

"Kita berharap betul agar sedari dini anak-anak tidak hanya bisa baca tulis hitung namun juga mendapat pendidikan karakter. Termasuk agar bagaimana anak bisa tampil di hadapan orang-orang dengan berani, santun, dan menjaga etika," kata Maman saat berkunjung ke Sekolah Laut PAUD Sakila Kerti Kota Tegal, Senin (11/10/2021).

Ia berharap, para orangtua bisa membangkitkan kepercayaan diri anaknya melalui pendidikan karakter.

"Sedari dini literasi harus kita tanamkan. Keberanian anak-anak untuk tampil di ruang publik, menyampaikan apa yang pernah dipelajari, dibaca, justru basis awal dari gerakan literasi," kata kang Maman, sapaannya.

Menurut kang Maman, gerakan literasi yang utama dimulai dari lingkungan keluarga dengan memberi contoh yang baik secara langsung ke anak.

"Jangan berharap anak yang literat lahir dari orangtua yang tidak literat," ujarnya.

Ia mencontohkan, tidak bisa dengan mudah orangtua melarang anaknya bermain ponsel, ketika orangtua tersebut justru terus-terusan menampilkan kebiasaan memegang ponsel di hadapan anaknya.

"Karena anak melihat contohnya dari orangtua. Anak itu ada beberapa hal yang tidak bisa dia lupakan, mengimitasi, mencontoh, kemudian tidak akan melupakan story telling, berdongeng, bercerita. Ketika orangtua tidak bercerita kepada anak maka anak juga tidak bisa mengungkapkan pikiran dan perasaanya," jelasnya.

Untuk itu, orangtua jangan asal menyalahkan anaknya. Tanpa mengoreksi terlebih dahulu perilaku dan sikap dirinya di hadapan anak-anak.

"Jangan pernah salahkan anak. Anak imitasi dari orangtuanya. Bicara tentang literasi anak adalah bicara tentang orangtua yang literat, bukan tentang anak yang literat. Itu pendidikan mendasar soal literasi terhadap anak," katanya.

Untuk itu, Maman berharap agar para orangtua bisa memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya. Bukan memaksakan kehendak anak harus menjadi seperti yang diinginkan orangtuanya.

"Ini sesuatu yang mungkin kita lupakan hari ini dan baru kita dapat buahnya ketika anak kita dewasa nanti. Jadi mudah mudahan apa yang dilakukan teman teman di Sakila Kerti Tegal bisa menghadirkan generasi emas yang kita rindukan di 2045 nanti," pungkasnya. (*)

Source : kompas.com