TAPUNG, datariau.com - Akses jalan menuju SMA LPM Karya Indah desa Karya Indah kecamatan Tapung kabupaten Kampar sepanjang 1,5 Km kondisinya sangat memprihatinkan.
Karena kontur tanahnya yang labil berpasir dan mudah longsor sehingga apabila musim hujan jalanan menjadi licin dan mudah longsor. Beberapa orang siswa dan guru jatuh ke dalam kubangan karena jalan menuju sekolah berada di areal galian C. Sementara di musim kemarau jalan tersebut penuh debu.
"Kita berharap kepada instansi terkait untuk dapat membangun jalan itu, baik melalui pengerasan atau aspal, karena sudah sering siswa dan guru jatuh di jalan itu," ungkap Kepala SMA LPM Karya Indah Muhammad Aries SPd, didampingi Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan Muhammad Nazri SPdI kepada datariau.com di ruang kerjanya, Kamis siang kemarin.
Disamping itu menurut Nazri, kondisi halaman bangunan ruang kelas yang baru dibangun beberapa tahun lalu, tanahnya mulai terkikis air yang jaraknya hanya sekitar 2 meter dari teras sekolah, sehingga dikhawatirkan nantinya ruang kelas tersebut mengalami kerusakan amruk.
Hal lain yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten Kampar, menurut Aries yang juga tokoh masyarakat Karya Indah ini adalah masalah listrik, karena sampai saat ini akses penerangan untuk sekolah belum tersedia (tiang listrik), sehingga untuk mengatasi masalah listrik, pihak sekolah menumpang pada rumah warga perumahan yang jaraknya sekitar 700 meter dari sekolah.
"SMA LPM Karya Indah ini berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar adalah hibah dari warga desa Karya Indah kecamatan Tapung kabupaten Kampar. Sekolah yang berdiri sejak tahun 2009 yang lalu telah beberapa kali pindah dan menumpang pada tempat lain karena tidak mempunyai lahan milik sendiri," ujar Aries.
Di awal berdirinya tahun 2009, SMA LPM Karya Indah ini menumpang pada SMP Karya Indah, pada tahun 2010 menumpang di aula kantor Kepala Desa Karya Indah, pada tahun 2011 menumpang di MDA Km 6 serta baru pada awal tahun 2014 SMA LPM Karya Indah menempati gedung sendiri.
"Berkat perjuangan dan partisipasi dari masyarakat desa Karya Indah, sekolah ini dapat berdiri dan telah mempunyai gedung sendiri melalui bantuan dari APBN Pusat," paparnya.
Saat ini sekolah sudah memliki 2 kelas dan 1 laboratorium dengan jumlah siswa sekitar 80-an. Saat ini rombongan belajar (rombel) ada 4 rombel, sementara kelas yang tersedia baru 2 kelas, dan untuk mempermudah proses belajar mengajar maka ruang laboratorium terpaksa disekat-sekat dan dijadikan ruang kelas.
Suasana belajar di ruang kelas.
Dengan jumlah guru PNS sebanyak 6 orang dan 18 orang guru honor proses belajar mengajar di sekolah ini cukup lancar dan animo masyarakat terhadap sekolah ini sangat tinggi. Karena sekolah ini di dukung oleh SMP dan MTs yang ada di desa Karya Indah, dan juga desa Karya Indah berbatasan langsung dengan kota Pekanbaru, sehingga desa ini merupakan desa penyangga atau satelit kota Pekanbaru.
"Saat ini sekolah mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui dana APBN 2015 untuk pembangunan gedung perpustakaan. Dan kita sudah mengajukan kepada pemerintah kabupaten Kampar untuk penambahan ruang kelas baru dan kantor atau majelis guru. Disamping itu juga sedang mempersiapkan pengurusan penegerian sekolah SMA LPM Karya Indah pada instansi terkait," tutupnya.
(nova)