INHU, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) yang sedang menjalankan program kerja kuliah nyata di Desa Teluk Sungkai mengadakan kegiatan sosialisasi pengolahan sampah dan ecoenzym pada hari Kamis tanggal 15 Agustus 2024.
Sosialisasi ini ditujukan kepada Masyarakat daerah Teluk Sungkai yang fokus pada pengolahan sampah yaitu Ecoenzym.
Kegiatan yang diikuti oleh Masyarakat desa teluk sungkai ini dibuka oleh bapak kepala desa Teluk Sungkai dan dilanjutkan dengan pengsosialisasian tentang pengolahan sampah dan ecoenzym, yang mana dalam upaya memperbaiki pengelolaan sampah dan mengurangi dampak lingkungan di Desa Teluk Sungkai.
Inovasi terbaru yang muncul adalah penggunaan Ecoenzym, sebuah produk yang menawarkan solusi ramah lingkungan dengan teknologi bio-enzim.
Ecoenzym dikembangkan untuk mempermudah proses penguraian sampah organik, sekaligus mendukung praktek keberlanjutan yang lebih baik di masyarakat.
Ecoenzym adalah campuran enzim yang diperoleh dari mikroorganisme, dirancang untuk mempercepat proses dekomposisi bahan organik.
Produk ini bekerja dengan mengurai sampah organik menjadi komponen yang lebih sederhana, seperti air dan karbondioksida, yang kemudian dapat diserap kembali oleh lingkungan tanpa meninggalkan residu berbahaya.
Keunggulan utama dari Ecoenzym adalah kemampuannya untuk mengurangi volume sampah organik hingga 90% dalam waktu yang relatif singkat.
Ini tidak hanya mengurangi beban pada tempat pembuangan akhir (TPA) tetapi juga mengurangi emisi gas rumah kaca yang biasanya dihasilkan dari proses pembusukan sampah organik.
Setelah mengadakan sosialisasi Pengolahan sampah dan ecoenzyme, mahasiswa KKN UNRI 2024 di Desa Teluk Sungkai melanjutkan proses pembuatan yang diselenggarakan di Rumah Kepala Desa.
Dalam hal ini diikuti oleh Ibu-ibu yang berada di Desa Teluk Sungkai dan Masyarakat yang ada di Desa Teluk Sungkai.
Mahasiswa KKN UNRI menjelaskan apa saja bahan yang diperlukan dalam pembuatan ecoenzyme serta menjelaskan bagaimana proses pembuatan eco enzyme kepada Maysrakat di Desa tersebut.
Ecoenzym juga memberikan manfaat tambahan dalam bentuk pengurangan bau tidak sedap yang seringkali timbul dari sampah organik.
Penggunaannya dalam sistem pengelolaan sampah rumah tangga, restoran, dan fasilitas komersial lainnya telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam mengurangi bau dan meningkatkan kebersihan lingkungan.
Para ahli lingkungan juga mencatat bahwa penggunaan Ecoenzym dapat mendukung praktek pertanian berkelanjutan.
Residu dari proses dekomposisi dapat digunakan sebagai kompos berkualitas tinggi, yang dapat memperkaya tanah dan meningkatkan hasil pertanian.
Dengan semakin banyaknya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat umum.
Ecoenzym diharapkan dapat menjadi bagian integral dari solusi pengelolaan sampah di Indonesia. Teknologi ini menawarkan harapan baru untuk masa depan yang lebih bersih dan lebih hijau.***