KAMPAR, datariau.com - Pengabdian masyarakat dengan tema “Penguatan Kelembagaan Pekebun Kelapa Sawit Swadaya dalam Rangka Percepatan Sertifikasi ISPO” berlangsung sukses di Kantor Desa Koto Tibun, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar.
Kegiatan ini diinisiasi oleh para dosen Jurusan Agribisnis Universitas Riau, yang diketuai oleh Yulia Andriani SP MSi.
Program ini merupakan bagian dari upaya para akademisi untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit.
Kegiatan ini diisi oleh pemaparan dari Dr Ir Rosnita MSi selaku narasumber yang merupakan Dosen Jurusan Agribisnis.
Dalam materinya, beliau menyampaikan penjelasan mendalam tentang pentingnya penguatan kelembagaan sebagai langkah untuk mencapai sertifikasi ISPO.
Menurutnya, kelembagaan yang aktif dan partisipatif menjadi faktor kunci dalam memastikan para pekebun swadaya mampu memenuhi standar ISPO yang telah ditetapkan.
Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa dosen Agribisnis siap mendampingi pekebun swadaya dalam proses sertifikasi ISPO.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Helvizar SP selaku Kepala Bidang Usaha Perkebunan dari Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar.
Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran kelembagaan yang solid dalam membantu percepatan sertifikasi ISPO.
"Pembentukan dan penguatan kelembagaan akan mempermudah akses para pekebun swadaya untuk memperoleh bantuan pemerintah dan mendapatkan sertifikasi ISPO, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas serta nilai jual produk sawit di pasar internasional," ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan pengabdian dilakukan. Peserta berpartisipasi aktif dalam diskusi dan berbagi pengalaman. Mereka menyadari pentingnya dukungan kelembagaan dan pemerintah untuk mempercepat proses sertifikasi ISPO.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami membutuhkan bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak sehingga proses sertifikasi ISPO akan lebih cepat terlaksana,” ujar salah satu peserta.
Partisipasi aktif para pekebun swadaya ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan pendampingan intensif, sehingga para pekebun Desa Koto Tibun segera memperoleh sertifikasi ISPO, yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pekebun tetapi juga memperkuat posisi sawit Indonesia di pasar global.***