Atasi Hipertensi dengan Aktivitas Fisik, Kelompok 98 KKN MAs Adakan Sosialisasi Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Sialang Palas

datariau.com
1.289 view
Atasi Hipertensi dengan Aktivitas Fisik, Kelompok 98 KKN MAs Adakan Sosialisasi Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Sialang Palas
Foto: Putri Kartikasari
Mahasiswa KKN MAs kelompok 98 menggelar sosialisasi sekaligus cek kesehatan dengan tema “Aktivitas Fisik Bantu Atasi Hipertensi” di posyandu lansia Desa Sialang Palas.

SIAK, datariau.com - Mewujudkan desa yang sehat dan mandiri menjadi salah misi utama program kerja Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiah (KKN MAs) 2025 kelompok 98 di Desa Sialang Palas. Pada Senin 11 Agustus 2025 mahasiswa KKNMAs kelompok 98 berkolaborasi dengan Puskesmas dan kader kesehatan setempat menggelar sosialisasi sekaligus cek kesehatan dengan tema “Aktivitas Fisik Bantu Atasi Hipertensi” di posyandu lansia Desa Sialang Palas.

Hipertensi dipilih sebagai topik utama bukan tanpa alasan. Hipertensi menjadi isu kesehatan yang mendesak, mengingat Indonesia menempati peringkat kelima dunia sebagai negara dengan jumlah penderita hipertensi tertinggi (Survey Kesehatan Indonesia, 2023). Kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor penyebab. Kondisi ini semakin berbahayapada kelompok lansia akibat pembuluh darah yang kaku seiring bertambahnya usia, sehingga jantung bekerja lebih keras dan menyebabkan tekanan darah meningkat. Aktivitas fisik ditekankan sebagai upaya pengobatan hipertensi tanpa obat-obatan (non-farmakologis).

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para lansia Desa Sialang Palas yang hadir dalam jumlah cukup banyak. Sekitar pukul delapan pagi suasana posyandu sudah ramai. Para lansia berdatangan dengan wajah ceria dan sebagian sudah siap mengenakan pakaian olahraga untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Terlihat antusias lansia mengikuti senam aerobik low impact dengan semangat yang dipandu langsung oleh mahasiswa. Gerakan senam yang sederhana dan minim risiko dirancang khusus menyesuaikan dengan kondisi fisik para lansia.

Usai senam, para lansia menjalani pemeriksaan kesehatan yang dibantu oleh petugas medis dari puskesmas dan beberapa mahasiswa KKNMAs mulai dari cek gula darah, kolesterol, hingga asam urat. Layanan ini mendapatkan respons positif dari lansia yang merasa terbantu karena bisa mengetahui kondisi kesehatannya secara berkala.

Puncak kegiatan adalah sesi sosialisasi kesehatan. Dalam kesempatan tersebut, materidifokuskan pada penggunaan modalitas fisik ringan yang aman untuk lansia fisik sebagai upaya mengatasi hipertensi pada lansia dengan modalitas fisik tanpa menggunakan obat-obatan, seperti senam aerobik low impact dan latihan pernapasan (breathing exercise).

Kedua metode ini menurut penelitian ahli dinilai efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah dan aman untuk dilakukan lansia secara mudah dirumah. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan teori secara satu arah, melainkan juga mengajak para lansia untuk aktif terlibat dalam sesi tanya jawab dan diskusi terbuka. Hal ini membuat suasana tidak kaku, sehingga para peserta merasa lebih nyaman untuk bertanya serta berbagi pengalaman mereka seputar permasalahan kesehatan.

Menariknya tidak berhenti sampai pada penyampaian teori, sosialisasi ini juga disertai dengan praktik. Peserta diajak untuk bersama-sama mempraktikkan langsung cara melakukan latihan pernafasan (breathing exc) secara perahan dan bertahap dengan instruksi dan pendampingan yang diberikan oleh pemateri.

Diharapkan para lansia dapat melakukannya secara mandiri dan rutin di rumah sebagai kebiasaan baru yang bermanfaat untuk mengatasi hipertensi. Sebagai tambahan, para peserta diberikan leaflet informatif yang berisi ringkasan materi dan panduan praktis terkait senam low impact serta teknik breathing exercise untuk menambah pemahaman terhadap materi yang disampaikan.

Oleh karena itu, program edukatif seperti sosialisasi memiliki peran penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan. Pelaksaan program edukasi diharapkan dapat diselenggarakan secara rutin dan berkala agar pengetahuan terhadap kesehatan lebih mudah diterima dan menjadi kebiasaan di masyarakat.

Penulis
: Putri Kartikasari
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)