DATARIAU.COM - Pandemi Covid-19 menyebabkan segala aktivitas yang biasa kita lakukan harus terhenti sementara, semua akses bahkan hampir ditutup. tidak hanya bagi masyarakat umum, bahkan dalam dunia PR pandemi ini sangat berdampak dan seorang PR diharuskan mencari terobosan baru agar program dapat dikelola dengan baik.
“Kita bisa katakan bahwa pandemi covid-19 ini adalah Era VUCA. pertama adalah Volatility yang berarti ketika pandemi datang tanpa diduga dan penuh dengan gejoak sehingga mudah menyebar luas, yang kedua adalah Uncertainty yang berarti memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi dimana kita hanya memahami secara parsial dan sulit untuk kita prediksi, yang ketiga adalah Complexity berarti masalah yang berkepanjangan dan tidak tahu kapan akan selesai, dan yang terakhir adalah Ambiguity atau menimbulkan keragu-raguan karena pemahaman terbatas. Sehingga VUCA ini menggambarka bagaimana situasi pandemi covid-19 yang kita alami sekarang ini,” ungkap narasumber Heni Indriani selaku dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) pada Webinar via Zoom Meeting (13/3/2020).
Pada acara Sharing Session dengan webinar yang diselenggarakan langsung via Zoom Meeting tersebut, Heni Indriani menambahkan bahwa PR harus menyiapkan peran strategis untuk menjalankan program terutama sosialisasi covid 19 ini.
“Peran strategis tesebut antara lain yaitu Creative Communicator, Content Producer, Digital Monitoring, dan Digital Engangement melalui bantuan new media,” lanjutnya.
Kehadiran covid-19 ini menyebabkan kepanikan dikalangan masyarakat. Salah satu Humas Diskominfo Depok, Rita Nurlita selaku narasumber kedua membuat vlog bersama Menkes yang berisi pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat untuk menangani penyebaran covid-19.
“Masyarakat harus tetap tenang dan tidak panik, jika ada masyarakat disini yang terkena dampak corona kami telah membuat rumah sakit satelit untuk dilakukan isolasi,” penjelasan Menkes.
Masa pandemi membuat segala sesuatu aktifitas sebagian besar dihabiskan dirumah, narasumber ketiga Wildan A Nugraha selaku Corporate Communications Telkomsel Regional Jateng menjelaskan bahwa pada zaman digital pengguna internet sudah mencapai 59% dengan durasi 8 jam perhari untuk mengakses internet, namun harus disesuaikan dengan tget audiensnya. Kegiatan Webinar ini merupakan kegiatan bermanfaat dilakukan oleh praktisi PR untuk masyarakat terutama yang bergelut di dunia komunikasi.
Humas UDINUS yang diamanahkan kepada Nining Sekar, merasakan sangat banyak perubahan yang terjadi di kampus.
“UDINUS terdiri dari lima belas ribu mahasiswa, semenjak pandemi kami menghentikan perkuliahan, maka hal yang kami lakukan semenjak pandemi ini adalah penyemprotan disinfektan diseluruh wilayah kampus,” tutur humas UDINUS saat webinar berlangsung.
Seluruh praktisi PR di Indonesia bahkan Internasional saat ini sedang mencoba bertransformasi untuk tetap berdiri saat situasi pandemi. (*)
Penulis: Mirnawati Mahasiswi Public Relations UIN SUSKA RIAU