Mahasiswa Kukerta UNRI Relawan Covid-19 Diskusi Persiapan New Normal di Desa Lubuk Ogung

datariau.com
502 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Relawan Covid-19 Diskusi Persiapan New Normal di Desa Lubuk Ogung
PELALAWAN, datariau.com - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Riau (LPPM UNRI) mengadakan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) dalam bentuk kegiatan relawan Covid-19. Kukerta relawan diikuti oleh mahasiswa yang telah memenuhi syarat dan dibebaskan melaksanakan kegiatan kerelawanan sesuai dengan domisili mahasiswa yang bersangkutan.

Untuk diketahui, Tim Kukerta Relawan Desa Lawan Covid-19 di Desa Lubuk Ogung yang beranggota 3 orang mahasiswi Fakultas Keguruan Ilmu dan Pendidikan UNRI, mereka adalah Rizki Khadijah Matondang sebagai ketua tim, Tri Mailinda Yuspita Sari dan Helda Prakawati sebagai anggota.

Tim Kukerta Relawan Desa Lubuk Ogung berdiskusi bersama Kapolsek Bandar Sei Kijang AKP Yusuf Purba SH MH, Bhabinkamtibmas Bripka Aspan Hari, Kepala Desa Triyono, Ketua BPD Ade Supriyadi, Kepala Dusun Sapri, dan Kasi Kesejahteraan Rahman Pasaribu, di posko Covid-19 mengenai persiapan New Normal yang akan diterapkan di desa Lubuk Ogung.

Berdasarkan diskusi tersebut, diperoleh hasil Tim Relawan Covid-19 Desa Lubuk Ogung, menunggu keputusan dan waktu yang tepat dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Kepala Desa Triyono yang juga merupakan Ketua Relawan Covid-19 Desa Lubuk Ogung memaparkan bahwa saat ini masih dikatakan persiapan new normal bukan new normal, karena belum mendapatkan kebijakan dari keputusan Pemerintah Kabupaten Pelalawan mengenai new normal.

"Sembari menunggu kebijakan tersebut maka yang dapat kita lakukan saat ini adalah mensosialisasikan new normal kepada masyarakat," katanya.



Ditambah lagi pada hari tersebut merupakan hari pasar tradisional di Kecamatan Bandar Sei Kijang, dimana pasar tersebut diadakan 1 kali semiggu yaitu di hari Selasa dan masyarakat Desa Lubuk Ogung biasanya belanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di apasar tersebut.

Oleh karena itu, setelah berdiskusi, Tim Relawan memantau masyarakat yang keluar masuk desa. Dan jika terdapat masyarakat yang tidak menggunakan masker maka tim akan membagi masker untuk digunakan oleh masyarakat tersebut. Sebab, banyak masyarakat yang berspekulasi bahwa new normal merupakan keadaan yang sama sebelum Pandemi Covid-19.

"Padahal, pernyataan tersebut tidak benar, sebab new normal itu merupakan keadaan sehari-hari yang tetap mengikuti protokol kesehatan. Hal ini disampaikan langsung kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibnas Bripka Aspan Hari. Pembagian masker ini dalam rangka untuk mendisiplinkan masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan, sebab banyak masyarakat yang salah mengartikan new normal," pungkasnya. (rls)
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)