LINGGA, datariau.com - Mahasiswa dari berbagai universitas se-Indonesia yang tergabung dalam KKN Kebangsaan 2016 melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Persing, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga.
Desa Persing yang berlokasi di sepanjang pesisir pantai ini memiliki potensi wisata yang belum dikembangkan masyarakat setempat. Menyadari potensi ini, sebanyak 15 mahasiswa KKN Kebangsaan menggelar musyawarah bersama warga untuk menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat akan potensi wisata yang ada di Persing, Jumat (29/7/2016) bertempat di posko KKN.

Batu beracun. (foto: ist)
Kepala Desa Persing Khalik Jaya yang diwakilkan tokoh masyarakat Sahran Sahab, didampingi perwakilan BPD, RT, RW hadir dalam pertemuan ini. Serta perwakilan dari kecamatan Singkep Pesisir yang diwakili Swandi selaku koordinator kecamatan dan Ajadt Sudrajat perwakilan Babinsa turut menghadiri acara ini.
Sahran Sahab di sela-sela kegiatan ini mengatakan bahwa pihak desa sangat menyambut baik kegiatan para mahasiswa ini.
“Kedatangan mahasiswa ini diharapkan mampu membantu warga desa dalam melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat”, jelasnya.
“Saya secara pribadi berharap kedatangan mahasiswa ini dapat memberikan perubahan yang lebih baik untuk desa ini, kami akan mendukung dan membantu secara tenaga untuk menyukseskan program-program yang sudah disusun mahasiswa ini”, tambahnya.
Desa Persing memiliki potensi wisata seperti batu berlubang dan batu beracun. Menurut penatua setempat, batu berlubang ini memiliki lubang sepanjang 30 km ke arah dalam dan ujungnya tembus sampai ke bukit Balau di Singkep Barat. Batu beracun berada di lokasi yang sama dengan batu beracun, kedua objek wisata ini berada tepat di bibir pantai sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan.

Batu berlubang. (foto: ist)
Muhammad Agung Hardiyanto selaku kordinator kelompok KKN kebangsaan Desa Persing menjelaskan bahwa tema utama dari kkn kebangsaan 2016 adalah mengangkat potensi wisata bahari daerah terdepan, terpencil dan terisolir di daerah Kepri.
“Umrah sebagai tuan rumah KKN Kebangsaan 2016 memberikan tema mengangkat potenssi wisata bahari daerah 3T, pertama datang ke desa ini kami sudah melakukan survey ke objek wisata batu berlubang dan batu beracun dan ternyata menurut kami lokasinya strategis dan sayang bila tidak dikembangkan. Untuk itu kami mengadakan musyawarah dengan masyarakat disini untuk memberikan pandangan serta mensosialisasikan program-program yang sudah disusun dan Alhamdulillah antusiasme masyarakat disini tinggi,” jelasnya.
Agung menambahkan, selain memiliki batu berlubang dan batu beracun sebagai objek wisata, Desa Persing juga memiliki potensi seperti ikan teri (bilis), kerupuk ikan serta karya tangan dari karang yang bisa diangkat dan dikembangkan menjadi potensi Persing tapi sayangnya belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah maupun masyarakat setempat. Kehadiran mahasiswa kkn kebangsaan diharapkan dapat menumbuhkan masyarakat sadar wisata sehingga perekonomian di daerah persing dapat terbantu. (rls)