Gelar Workshop Penulisan Artikel, Pascasarjana Bung Hatta Hadirkan Pemateri dari University Malaysia Pahang

Admin
451 view
Gelar Workshop Penulisan Artikel, Pascasarjana Bung Hatta Hadirkan Pemateri dari University Malaysia Pahang
Foto: Abdul Kadir
Dr Gusman Nawahir ST MSc, Pemateri Workshop dari University Malaysia Pahang.
PADANG, datariau.com - Pascasarjana Bung Hatta Padang terus berupaya melakukan terobosan demi peningkatan mutu dan kualitas lulusannya.

"Hari ini kita menggelar workshop penulisan artikel ilmiah untuk dosen dan mahasiswa. Tujuannya agar memberikan pemahaman secara teknis sekaligus strategi publikasi karya ilmiah kepada dosen dan mahasiswa," sebut Dr Zaitul SE MBA Ak CA, Direktur Pascasarjana Universitas Bung Hatta (UBH), Sabtu (1/12/2018).

Direktur menuturkan, workshop penulisan artikel ilmiah sangat perlu dilakukan maka Pascasarjana Bung Hatta sengaja menghadirkan pemateri yang didatangkan langsung dari University Malaysia Pahang.

"Bersama Bapak Gusman Nawahir pensyarah kanan dari University Malaysia Pahang semoga setelah mengikuti workshop ini kita mampu menulis artikel dan dipublikasikan," harap direktur.

Dr Gusman Nawahir ST MSc Pemateri workshop dari University Malaysia Pahang mengatakan, penulisan artikel bertujuan memberikan sarana sharing ilmu kepada masyarakat luas.

"Niat kita harus diluruskan, menulis artikel bukan untuk meraih magister atau doktor. Tetapi tujuannya untuk sharing atau berbagi ilmu. Namun apabila ada persyaratan yang menekankan harus menulis artikel itu bukanlah suatu keharusan," kata Assisten Manajer Journal University Malaysia Pahang itu.

Gusman menjelaskan, syarat artikel dapat diterbitkan harus menarik. Jangan putus asa apabila jurnal belum diterbitkan. "Menulis artikel seperti meminang perempuan, makanya harus dipersiapkan secara matang karena menulis artikel sama halnya meyakinkan orang lain," paparnya.

Dasar utama sebelum menulis artikel harus melakukan riset berkualitas. Penulis tidak akan bisa melahirkan artikel menarik kalau tidak diawali dengan riset.

"Berdasarkan masalah penelitian ini harus jadi acuan kalau tidak ada masalah penelitian kita tidak ada poin riset karena artikel adalah memecahkan masalah," jelasnya.

Berikutnya, lakukan perencanaan setelah itu lanjutkan mencari artikel yang baru dipublikasikan atau minimal tiga tahun terakhir. Selanjutnya lakukan review terhadap artikel untuk menentukan fokus penelitian. "Menentukan fokus penelitian sama halnya menentukan rest area penelitian," tegas pensyarah kanan itu.

Untuk mendapatkan masalah, penulis harus bermula dari isu-isu. Temukan hal baru dalam artikel acuan yang akan dijadikan fokus penelitian.

"Setelah menemukan masalah maka kita akan mendapatkan riset dengan menentukan the plan (perencanaan-red). Kemudian gunakan teori sebagai pedoman menganalisis data," terang Gusman.

Artikel yang tidak menemukan hal baru maka artikel tersebut tidak dapat dipublikasikan karena riset akan bernilai dari segi nilai penemuan baru. "Jika sudah menemukan hal baru dari penelitian maka akan mudah untuk mempublishnya," imbuhnya.

Hal paling sulit dalam menulis artikel terutama bagi pemula yaitu memulai. Maka dasar dan motivasi penulisan artikel harus kuat. "Untuk itu mulailah jabarkan penelitian secara simpel agar mudah dipahami jangan gunakan bahasa yang membingungkan pembaca," pesannya pada peserta workshop.

Sebagian penulis langsung putus asa saat artikel yang dikirim ternyata tidak diterbitkan. Tentu penyebabnya tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang menjadi standar publish.

"Publikasi artikel punya stile sendiri, menulis artikel ilmiah tidak sama dengan ngomong. Kita harus menyampaikan hal baru gunakan bahasa yang mudah dipahami," sambungnya.

Menulis artikel harus mengacu pada pedoman Keep If Short and Simple (K.I.S.S). Mulailah menulis artikel dengan mengangkat topik yang bagus dan bersifat terbarukan. (abd)
Penulis
: Abdul Kadir
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com