Akibat Aktivitas Galian Pasir, Bangunan SMP di Bathin Solapan Retak-Retak

Bambang
615 view
Akibat Aktivitas Galian Pasir, Bangunan SMP di Bathin Solapan Retak-Retak
ist

DURI, datariau.com -  Dinding - dinding ruang belajar SMP Negeri 8 Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis yang berada diwilayah Puncak kilometer 3 Desa Boncah Mahang tampak retak - retak. Hal itu diakibatkan oleh kegiatan pengelolaan tambang pasir yang berada persis bersebelahan dengan bangunan sekolah. 

"Bangunan yang ini belum genap setahun sudah retak, disebelah ada galian pasir yang sudah ditinggal, kalau sudah hujan kontur tanah yang lembek berpasir membuat bangunan bergeser, dan retak," kata Kepala SMPN 8 Bathin Solapan, Yeni Satriani, M.Pd, dilokasi bangunan tersebut, Senin (30/9/2019).

Akibatnya, para guru dan siswa kuatir, bangunan sekolah tempat mereka menjalani proses belajar mengajar itu akan roboh. 

Sementara, ditempat sama yang hanya berjarak antar dinding sekolah akan dibuat galian pasir yang baru lagi, hal tersebut dirasa sangat mengancam keberadaan pusat pendidikan bagi anak-anak warga setempat tersebut.

"Ini akan dibuat lagi galian baru, bersebelahan dengan sekolah juga, pasti sangat membahayakan kami. Ini saja (yang retak, red) sudah mengancam fisik dan mental kami, " keluh Yeni.

Pada kesempatan itu, Ketua Komite SMPN 8 Bathin Solapan, Suriaman juga mengeluhkan hal serupa. Bahkan, mereka juga telah mengajukan keberatan dan meminta bantuan kepada pemerintah untuk mengantisipasi agar galian yang baru tersebut tidak dibangun, sebab akan berdampak parah terhadap bangunan sekolah. 

"Harapan kami, galian pasir yang baru ini jangan dibangun, sebab berdampak pada pendidikan, apalagi anak-anak. Sangat rentan dan berbahaya," tegas Suriaman yang juga ketua RW setempat. 

Di hari yang sama, Pemerintah Desa Boncah Mahang juga telah berjumpa dengan pihak Humas galian Pasir tersebut. Pemerintah desa menegaskan agar galian itu jangan beroperasi. Bahkan Ketua RW dan RT serta warga juga telah mengajukan protes hingga membubuhi tanda tangan yang ditembuskan kepada Kapolres dan Dandim Bengkalis.

"Tak ada solusi, ini demi kemaslahatan masyarakat, demi pendidikan, kami larang ada galian pasir yang bersebelahan dengan sekolah," tegas Ketua BPD Boncah Mahang, Nasip bersama Kades, Roma Yono dihadapan utusan pihak galian pasir. 

Sementara, orang kepercayaan pengusaha tersebut berupaya melobi warga dan pemerintah setempat untuk tetap beroperasi. "Kita cari solusinya Pak, biar kami bisa beroperasi," kata Hendro, yang belakangan diketahui merupakan Humas.

Namun, pemerintah desa tetap menjawab tidak boleh, dikarenakan demi masyarakat dan menjaga situasi tetap kondusif. Jika tidak diindahkan pengusaha, belakangan santer kabar bahwa warga akan melakukan aksi dilokasi galian. (nji) 

Penulis
: Panji A Syuhada
Editor
: bambang