6.000 Lebih Jama'ah Hadiri Kajian Seharian Bersama Ustadz Firanda di Masjid Abu Ad Darda' Kota Pekanbaru

datariau.com
3.633 view
6.000 Lebih Jama'ah Hadiri Kajian Seharian Bersama Ustadz Firanda di Masjid Abu Ad Darda' Kota Pekanbaru
Ist.
Ribuan jamaah memadati Masjid jami' Abu Darda' Kota Pekanbaru dalam kajian Tauhid bersama Ustad Firanda Andirja dan ustadz Maududi Abdullah.

PEKANBARU, datariau.com - Antusias masyarakat untuk menuntut ilmu Syar'i sangat tinggi. Mereka hadir dari berbagai daerah baik di provinsi Riau maupun luar Riau. Bahkan telah hadir di Masjid Abu Ad Darda' sehari sebelum kajian dimulai.

 

Semangat mereka ini karena adanya acara Seharian Menuntut Ilmu dengan pembahasan Kitab Tauhid oleh pemateri Ustadz Firanda Andirja yang merupakan guru tetap di Masjid Nabawi dan Ustadz Maududi Abdullah. Kajian dilaksanakan di Masjid Jami' Abu Ad Darda' Kota Pekanbaru, tepatnya di Jalan Merak Sakti, belakang Polsek Tampan, Ahad (27/11/2016).

 

Para peserta dari luar daerah ini rela menginap tidur di sekitaran masjid agar bisa mengikuti kajian tersebut sejak awal. Kajian ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 15.00 WIB. Dilanjutkan malam Ba'da Maghrib hingga Ba'da Isya dengan tema yang lain. 

 

Masjid yang megah ini penuh sesak dipadati jamaah penuntut ilmu bahkan meluber hingga keluar dan disediakan tenda-tenda di sekitaran pelataran masjid untuk menampung jamaah yang tidak kebagian tempat di dalam masjid.

 

Meskipun diluar target awal, karena awalnya jamaah hanya diperkirakan 2000-3000 orang, namun panitia tetap sigap menyikapi membludaknya jamaah yang hadir hingga 6000 lebih ini. Karena dalam acara seharian menuntut ilmu ini disediakan buku gratis, yakni buku Tauhid yang dikaji, juga menyiapkan makan siang bagi para jamaah.

 

Hebatnya, seluruh jamaah diberikan makan siang, awalnya hanya yang memiliki kupon saja mendapatkan makan siang, ternyata panitia mengambil kebijakan siapapun yang hadir dan ingin makan, bagikan nasi untuk mereka para penuntut ilmu ini, buktinya, seluruh jamaah pun mendapatkan nasi meskipun beberapa kali harus antri karena menunggu mobil pengangkut nasi dari beberapa rumah makan ternama di Kota Pekanbaru.

 

"Masya Allah, umat seramai ini disediakan makan siang dan minum, jika kita hitung-hitung berapa duit ini," ungkap salah seorang jama'ah saat berbincang dengan rekan-rekannya saat istirahat makan siang dan shalat Zuhur.

 

Masjid Jami' Abu Ad Darda' selama ini dikenal sebagai masjid tanpa kotak infak. Benar saja, tidak ada satu pun kotak infak maupun penggalangan dana di masjid ini, baik untuk pembangunan masjid maupun acara-acara yang ada di masjid. Namun begitu, masjid berdiri dengan megah dan adanya kajian rutin setiap hari serta belajar Al Quran (Tahsin) yang pesertanya setiap hari berjumlah ratusan orang ini, tetap aktif dengan kajian-kajian yang membahas Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam.

 

Dalam acara Seharian Menuntut Ilmu ini, dihadiri juga oleh pejabat pemerintahan seperti Plt Walikota Pekanbaru Edwar Sanger. Juga dikawal oleh ratusan personil Polresta Pekanbaru.

 

Dalam pemaparan materi yang disampaikan Ustadz Firanda dan Maududi Abdullah pada kesempatan itu yang membahas Kitab Tauhid "Pemurnian Ibadah kepada Allah 'aza wa jalla" karya Syaikh Muhammad at-Tamimi, kajian dibuat tiga sesi, berikut ringkasan pembahasannya:

 

Pembahaasan awal: BAB 1 Tauhid = Hakikat dan Kedudukannya

 

Firman Allah Ta'ala QS. Adz-Dazriyat : 56. Artinya :

"Dan AKU tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-KU."

 

Penjelasannya : Sungguh yang diseru dan disuruh beribadah kepada Allah Ta'ala adalah kalanga jin dan manusia. Tidak diperintahkan beribadah itu kepada hewan atau mahkluk lainnya.

 

Barang siapa manusia yang tidak mau bahkan enggan beribadah kepada Allah, sungguh manusia tersebut lebih rendah kedudukannya dari hewan.

 

Dalam QS. An-Nahl : 36 Artinya : "Dan sungguh Kami telah mengutus Rosululloh pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), Sembahlah Allah (saja) dan jangan thaghut itu."

 

Maksudnya : sungguh seluruh para Nabi dan Rosululloh diutus kepada ummat kepada manusia adalah untuk bertauhid atau beribadah hanya kepada Allah semata. Bukan kepada thaghut = menyembah atau beribadah selain kepada Allah Ta'ala.

 

Setelah perintah kepada kita untuk beribadah kepada Allah Ta'ala, maka Allah juga memerintahkan kepada kita untuk berbuat baik atau berbhakti kepada kedua orangtua kita. Baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada.

 

Sungguh suatu ibadah yang luar biasa berbhakti kepada kedua orangtua sampai-sampai Allah Ta'ala sandingkan perintahnya untuk beribadah kepada Allah.

 

Sebagaimana dijelaskan dalam surat QS. Al-Isra' : 23-24. Dalam surat ini Allah memerintahkan kepada kita, jangan sekali-kali menyekutukan atau menyembah selain kepada DIA dan berbuat baiklah kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.

 

Dan ingat : jangan sekali-kali berkata kasar bahkan membentak ibu bapakmu. Bahkan berkata "ah" atau "uff" itu saja sudah menjadi suatu bentuk kedurhakaan kepada kekedua orangtua.

 

Berbuat baik kepada orantua jangan tunggu sampai mereka sudah tua atau sudah meninggal. Sekali mereka masih hidup maka carilah keridhoan kedua orangtua kita.

 

Sebab tidak ada setulus dan seihklas do'a seseorang selain do'anya orangtua terkhusus do'a ibu. 

 

Karena itu, perbanyak diri kita untuk selalu meminta do'a kepada kedua orangtua kita yang masih hidup. Berbuat baiklah setiap hari bahkan setiap jam kepada ibu bapak kita. Bagaimana caranya? Caranya adalah : do'akanlah mereka setiap habis sholat kita. Ini salah satu cara beribadah atau berbuat baik kepada kedua orangtua.

 

Bertauhid sama halnya kita menghindari perbuatan syirik. Dasarnya adalah sebagaimana Firman Allah Ta'ala dalam QS. An-Nisa' : 36. Artinya : "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNYA dengan seseuatu apapun (berbuat syirik)."

 

Perintah jangan syirik juga dijelaskan dalam QS. Al-An'am : 151-153.

 

Dosa syirik merupakan dosa paling besar karena berkaitan dengan hak prerogatifnya Allah Ta'ala. Sedangkan bila seorang muslim banyak amal ibadahnya banyak sedekah dan ilmunya tapi akhir hayatnya dia melakukan kesyirikan maka dia bisa dipastikan masuk neraka jahannam.

 

Namun tidak demikian bagi seorang mukmin yang berbuat zina atau mencuri dan dosa lainnya selain dosa syirik lalu dia meninggal maka belum tentu dia akan langsung masuk neraka Allah. Sebab ada amal ibadahnya yang perlu dihisap yang pernah dia kerjakan selama hidup di dunia.

 

Dalam hadits shahih HR. Imam Bukhori wa Imam Muslim dari jalan sahabat Ibnu Mas'ud tentang larangan berbuat syirik kepada Allah Ta'ala. Hadits senada dengan itu adalah hadits dari jalan sahabat Mu'adz bin Jabal.

 

BAB 2. Tauhid = Keistimewaan Tauhid dan Dosa-dosa yang Diampuni Karenanya

 

Salah satu keistimewaan ibadah bertauhid kepada Allah itu adalah akan dihapuskannya dan diampunkannya dosa-dosa kita oleh Allah Ta'ala.

 

Barang siapa yang beriman namun dia kerap pula melakukan peebuatan dosa atau kezholiman namun tidak pernah sekalipun dia berbuat syirik atau mencampuradukan amalannya dengan perbuatan syirik maka sungguh mereka termasuk orang yang mendapat keamanan di dunia maupun di akhirat.

 

Dasarnya adalah sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-An'am : 82. Dan hadits shahih HR. Imam Bukhori wa Imam Muslim lewat jalan sahabat Ubadah bin ash-Shamit.

 

Demikian juga hadits dari bertauhid ber-syahadat dengan mengucapkan Laa ilaa ha illallahu karena mencari keridho'an/wajah Allah maka diharamkan baginya api neraka. Hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim dari jallan sahabat Itban.

 

Hal senada juga dijelaskan dalam hadits shahih HR Imam Bukhori wa Imam Muslim dari jalan sahabat Abu Sa'id al-Khudri. Hadits ini menjekaskan percakapan Nabi Musa 'alaihis sallam kepada Allah tentang bagaimana berdzikir dan berdo'a kepada Allah dan keistimewaan serta kemuliaan kalimat Laa Ilaaha Illallohu...sungguh beratnya jauh melebihi 7 lapis langit dan 7 lapis bumi jika keduanya diletakkan di dua daun timbangan maka sesungguhnya jauh lebih berat timbangan kalimat Laa Ilaaha Illallohu.

 

Ustadz Maududi Abdullah Lc.

 

BAB 3. Tauhid. Barang Siapa yang Telah Mengamalkan Tauhid dengan Sebenar-benarnya Maka Dia akan Masuk Syurga Tanpa Hisab

 

Hal ini dijelaskan dalam QS. An-Nahl ayat 120 yang artinya : "Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang Imam (yang dapat dijadikan teladan) lagi patuh kepada Allah dan Hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang menpersekutukan Allah."

 

Sungguh orang yang bertauhid dan senantiasa menjaga Tauhid dan menjauhkan diri dari perbuatan syirik seperti halnya yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim 'alaihis salam, maka Nabi Ibrahim termasuk ke dalam kelompok orang yang tidak dihisap dan diazab nanti di akhirat.

 

Dalam sebuah hadits shahih yang panjang dari sahabat mulia Ibnu Abbas menjekaskan sabda Rosululloh : "Bahwa sesungguhnya Rosululloh telah diperlihatkan umat-umat Nabi sebelumnya. Ada yang jumlah sedikit sekali bahkan ada yang tidak ada pengikutnya. Dan ada pula pengikut yang banyak yakni umatnya Nabi Musa. Bahkan ada pula umat yang jumlahnya lebih banyak lagi dan itulah umatnya Rasululloh sholallohu 'alaihi wasallam. Dan bersama mereka itu ada 70.000 orang yang nanti di akhirat tidak dihisap dan diazab lalu langsung masuk syurga. Kemudian Rosululloh karena begitu cintanya kepada umatnya meminta tambahan lagi (dalam riwayat yang lain) lalu Allah mengabulkan dimana setiap 1.000 orang akan membawa 70.000 orang lagi. Lalu siapa mereka yang masuk ke dalam kelompok yang tidak akan dihisap dan diazab itu..? Rosululloh menjelaskan, mereka memiliki ciri-ciri atau sifat :  Mereka tidak pernah minta di-ruqiyah (meski meminta di-ruqiyah itu hukumnya mubah atau makruh).

 

Mereka tidak pernah melakukan pengobatan dengan menggunakan besi panas untuk menyembuhkan penyakit mereka (ini kebiasaan atau cara orang jahiliyah dahulu kalau mengonati penyakit).

 

Mereka tidak melakukan tathayyur (merasa pesimis atau sial atau suka menghubungkan suatu kejadian dengan suatu hal yang menjadi pertanda).

 

Mereka senantiasa bertawakkal kepada Allah atas segala perbuatan dan amalan yang mereka keejakan."

 

BAB 4. Takut Terhadap Syirik

 

Maka sudah seharusnya kita sangat-sangat takut akan dosa syirik ini. Sebab, Allah akan mengampuni sebanyak dan sebesar apapun dosa yang kita kerjakan di dunia ini dan kita bertaubat sebelum ajal menjemput, maka Allah Ta'ala akan mengampuninya. Namun tidak demikian dengan dosa syirik.

 

Sebagai firman Allah dalam QS. An-Nisa' : 48, 116. Yang artinya : "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, Dia mengampuni segala dosa yang lain selain dari dosa syirik itu bagi siapa yang dikehendakinya."

 

Selain menyekutukan Allah dengan sesuatu hal lain selain Allah Ta'ala, Rosululloh juga mengingatkan kepada satu hal lagi dosa besar atau syirik kecil. Yaitu peebuatan riya. (HR. Imam Ahmad, At-Tirmidzi dan al-Baihaqi).

 

Dalam hadits yang lain, HR. Imam Muslim dari jalan sahabat mulia Jabir, Rosululloh bersabda : "Barang siapa yang mati dalam keadaan tidak berbuat syirik kepada Allah sedikitpun, pasti masuk syurga dan demikian pula sebaliknya, pasti akan masuk neraka."

 

Maka dari itu jangan sekali-kali kita berani dengan namanya dosa syirik. Jika tiada ampunan Allah Ta'ala dipastikan kita akan kekal selama-lamanya dalan neraka. Meskipun dulu semasa masih hidup kita banyak beramal sholeh namun menjelang ajal hingga ajal menjemput kita sempat melakukan perbuatan syirik dan tak sempat bertaubat kepada Allah, maka Allah pastikan orang itu kekal dalam neraka.

 

Semoga kita semua dapat memegang teguh Tauhid kita kepada Allah dan menghindari segala perbuatan syirik kepada Allah (thaghut). Aamiin Allahumma Aamiin.

 

Dalam kajian ini juga ada lembaran soal yang dibagikan kepada para peserta. Ada 25 pertanyaan seputar materi yang disampaikan dan diminta peserta menjawabnya. 10 peserta terbaik yang menjawab pertanyaan di kertas dengan benar, maka diberikan hadiah berupa kitab hadits. 

 

Kajian Kitab Tauhid ini berakhir pukul 15.00 WIB dan dilanjutkan shalat Ashar berjamaah. Kemudian pada malam harinya dimulai Ba'da Maghrib, dilanjutkan kajian yang masih sebagai pemateri Ustadz Firanda Andirja dengan tema pembahasan "Kekasihku, Engkau Tercipta dari Tulang Rusuk yang Bengkok."

 

Meskipun sudah malam, ternyata semangat para jamaah masih menggebu, jumlahnya masih saja tetap banyak dan membuat masjid penuh sesak dipadati para jamaah.

Penulis
: Riki
Editor
: Agusri
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)