Sejak Kasus Dugaan Ijazah Palsu Terungkap, Penghulu Pasir Putih Barat Sulit Ditemui

datariau.com
2.699 view
Sejak Kasus Dugaan Ijazah Palsu Terungkap, Penghulu Pasir Putih Barat Sulit Ditemui
Samsul
Kediaman penghulu.

PASIRPUTIHBARAT, datariau.com - Ketua Panitia Pemilihan Penghulu di Pasir Putih Barat, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir Erwin ternyata tidak mengetahui ijazah Paket C salah satu calon saat itu palsu.

"Waktu penerimaan calon penghulu saat itu tidak ada curiga pemalsuan ijazah. Hingga calon ini lolos ikut pemilihan penghulu Pasir Putih Barat di prode 2016-2021," katanya, Sabtu (20/8/2016).

"Waktu itu, calon penghulu Pasir Putih Barat ada dua calon, Amrizal nomor urut 2 dari incumbent, Sarmono nomor urut 1 dari Ketua RW," ungkap Erwin lagi saat ditemui di rumahnya.

Terkait masalah ini, ia bersama anggota Panitia pemilihan penghulu Pasir Putih Barat akan mengadakan rapat kembali. "Rencana, Senin ini akan kita kumpulkan anggota panitia untuk mengadakan rapat untuk bahas masalah ini," paparnya.

Menurut keterangan Panitia ini, dirinya udah menyampaikan kepada BPK terkait  timbulnya dugaan ijazah palsu salah satu calon penghulu yang menang. "Saya  udah sampaikan masalah ini ke BPK Kepenghuluan Pasir Putih Barat, dan beliau menangapinya. Apa yang dilakukan oleh BPK terkait masalah ini kita belum tahu," ujarnya.

Selain itu, masyarakat Pasir Putih Barat sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Bagan Sinembah.

"Hasil dari laporan warga ke Polsek belum diketahui seperti apa. Tapi, sekedar informasi didapat, laporan ini dianjurkan ke Mapolres Rokan Hilir. Hal ini mengingat masalah Pilkades dan terkait nama sekolah di Rokan Hilir," ujarnya.

Selanjutnya, tim datariau.com mencoba mendatangi rumah Penghulu Pasir Putih Barat yang terpilih dan diduga menggunakan ijazah palsu ini, Sabtu (20/8/2016). Namun, sebelum sampai di rumah yang dimaksud, tim bertemu salah seorang warga yang mengaku sebagai tetangga sang penghulu.

Ketika ditanyakan oleh tim apa ada orang di rumah tersebut yakni Penghulu Sarmono, si tetangga ini mengatakan bahwa Sarmono sudah lama tidak terlihat di rumahnya tersebut.

"Saya dah lama nggak lihat Sarmono mas. Tiga hari kemarin ia bilang pergi ke Mahato dan perginya sama siapa kurang tahu. Sejak itu belum ada nampak dia pulang. Kalau ada mas-mas ini perlu biar saya sampaikan nanti," kata warga ini sambil mohon pamit mau antarkan anaknya ke sekolah.

Kemudian, tim mencoba mendatangi rumah Sarmono yang kondisi pintunya saat itu memang tampak tertutup. Tim ingin konfirmasi terkait dugaan pemalsuan ijazah paket C yang digunakan sebagai persyaratan ikut calon penghulu tersebut.


Tim media saat mengunjungi rumah penghulu yang diduga menggunakan ijazah palsu. (foto: samsul)

Setelah awak media mengucapkan salam dan mengetuk pintu, orang di dalam rumah memberikan jawaban dan sesaat kemudian keluar seorang ibu yang menggunakan baju kaos. Kemudian ibu ini bertanya ada apa tim ramai-ramai ke rumah ini, disampaikanlah maksud dan tujuan tim. Kemudian ibu ini menjawab bahwa suaminya Sarmono tidak ada di rumah. Ternyata ibu ini istri dari penghulu.

"Suami saya lagi tak ada di rumah. Ia pergi tadi pagi. Cuma sebentar pulang tadi siang, selanjutnya ia keluar lagi sama tetangga depan rumah entah kemana," ungkap ibu ini sambil berdiri di depan pintu rumahnya.

Penulis
: Samsul
Editor
: Ummu SH
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)