Pidato Yopi Sebut "Pelacur Politik" Bikin Heboh

datariau.com
2.271 view
Pidato Yopi Sebut "Pelacur Politik" Bikin Heboh
Heri
Bupati Inhu saat menyampaikan pidato dalam acara wayang.

RENGAT, datariau.com - Ratusan warga hadir nonton pagelaran wayang kulit dalam rangka penutupan bulan Muharram dan menyambut bulan Safar di Stadion Kecamatan Pasir Penyu, ditaja Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJT) Kabupaten Inhu.

Dalam sambutan atau pidato Kanjeng Raden Tumenggung H Yopi Arianto SE yang juga menjabat Bupati Inhu mengejutkan warga yang hadir pada saat itu. Dalam pidatonya, Yopi dengan tenang dan penuh semangat mengatakan, jangan Jadi Pelacur Politik dan hingga kini warga belum mengetahui kata-kata itu ditujukan ke siapa.

"Ini sebenarnya bukan politik, tapi proses politik, jadi jangan sampai ini dijadikan perbandingan, sebagaimana yang saya kan bahwa ini adalah salah satu program pemerintah dari hasil aspirasi masyarkat. Masyarakat menginginkan bagaimana Bupati dengan pejabat bisa nonton wayang kulit dan juga makan bareng," kata bupati dalam pidatonya.

"Sebelumnya beberapa waktu datang tokoh masyarakat menjumpai saya, kapan di Inhu kita adakan wayang kulit satu malam suntuk, sementara itu, saya lihat di media pak bupati sering nonton bareng dengan masyarakat di kabupaten-kabupaten lain di Riau," kata Yopi Arianto.

"Saat ini sedang bicarakan, bahwa bupati Inhu tidak dapat partai untuk tarung di Pilkada Gubenur tahun 2018 mendatang, siapa bilang saya tidak dapat partai, lihat itu selempang saya saja sudah berubah warna, tapi saya tidak sebutkan nama partainya, tapi saya akan tampil di pilkada Gubenur."

"Hari ini saya sudah komitmen dengan pak Harris, untuk jadi Gubenurnya pak Harris dan wakil siapa, wakilnya saya, Yopi Arianto. Ada juga masyarakat bertanya, mengapa pak Bupati tidak jadi Gubenur, kita ini kan cari aman dan cari menang, pak Harris punya wilayah, saya juga punya wilayah," tuturnya.

Dari 12 kabupaten, lanjutnya, 3 Kabupaten saja komit maka Yopi meyakini sudah menang, salah satunya Kabupaten Inhil, Kuansing dan kabupaten Inhu, sudah tiga di kantong wakil Gubenur. Sementara Gubernurnya menguasai di Pelalawan, Siak dan Meranti.

"Jadi gak perlu ribut-ribut apalagi menyalahkan satu sama yang lain, dan untuk ikuti Pilkada nanti pada bulan Desember atau paling lambatnya Januari saya sudah cuti dan tidak menjabat Bupati lagi. Jadi yang tidak suka sama saya, percepatlah tobat mengantarkan saya ke Provinsi Riau, nanti, kapan lagi bantu saya," kata Yopi dengan lantang dalam pidatonya.

"Mengapa saya pilih nomor dua dan tidak nomor satu, Riau ini luas, kalau saya jadi Gubenurnya, saya tidak bisa temui masyarakat seperri sekarang ini, namun sayang ada kelompok-kelompok kecil untuk mempecah belah kita di kabupaten Inhu ini. Biarlah Gubenurnya tua, asal wakilnya muda dan bisa temui warga, jadi biarlah yang muda dihujat dan dimaki-maki, yang penting kita bisa membangun daerah Inhu lebih baik lagi," ujarnya.

"Selama saya menjabat sudah banyak pembangunan yang terlaksana, yang dulunya rumah sakit belum bisa cuci darah dan sekarang sudah ada, yang dulunya kantor bupati belum ada, sekarang kantor bupati sudah ada dan bertingkat, dan sudah tiga kali pemerintah kabupaten Inhu minta pelebaran Air Molek, alhamdulillah dengan kerja samanya pemerintah daerah dengan provinsi pelabaran jalan jalur dua sudah terlaksana," paparnya.

"Sudah banyak yang dilakukan oleh pemerintah, tapi kita tidak ribut seperti di Air Molek dan yang ribut-ribut di Air Molek bukan pula kelompok yang besar, tapi kelompok-kelompok kecil yang ingin mencoba-coba menjadi pelacur demokratif dalam Pilkada Gubenur."

"Sebelumnya, tiga bulan yang lalu sudah saya tawarkan siapa yang akan maju menjadi Gubenur atau wakil Gubenur, yang penting ada orang dari kita maju, biar saya tidak maju, tapi hingga kini tidak ada satu orang pun yang maju, maka saya ambil keputasan untuk maju. Di tahun 2013 saya diisukan korupsi 21 trliun lebih, tapi mana buktinya, uang itu untuk tempat-tempat ibadah dan kalau saya bersalah atau ada korupsi sudah jelas, saya sudah ditangkap," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag:Wayang
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)