RENGAT, datariau.com - Pekerja proyek pembangunan Pagar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) desa Pasir Ringgit yang didanai melalu ADD yang bersumber dari APBN tahun 2016 mengaku belum dibayar.
Chaidir yang ditunjuk sebagai pihak ketiga dalam pembangunan pagar PAUD desa Pasir Ringgit, Jumat (18/11/2016) di Pematang Reba kepada datariau.com mengatakan bahwa anggaran pembangunan pagar tersebut adalah sebesar Rp100 Juta.
"Saya ditunjuk oleh Kades Pasir Ringgit Sumarji untuk megerjakan Pagar PAUD tersebut," katanya.
Saat ini, jelas Chaidir, pengerjaan pagar PAUD desa Pasir Ringgit tersebut sudah selesai dikerjakan, namun sampai saat ini Kades disebut tidak membayarkan uang pembangunan pagar kepada pekerja.
"Ketika saya tanyakan kepada Sumarji tentang dana tersebut, yang bersangkutan mengatakan sedang dalam upaya mencari dana untuk membayar dana pembangunan pagar PAUD tersebut," katanya lagi.
Ketika Chaidir minta agar perjanjian kapan dibayarnya pekerjaan itu dituangkan dalam sebuah surat perjanjian, menurut Chaidir, bahwa kades terkesan menghindar dan diduga takut kasus ini dibawa ke ranah hukum.
"Namun setelah saya tunggu sekian lama tidak ada kejelasan dari kades kapan akan dibayar, sementara dana ADD dari APBN untuk pembangunan pagar tersebut sudah cair, saya menduga dana tersebut sudah terpakai oleh Kades untuk kepentingan pribadinya, dan jika dana pembangunan pagar sebesar Rp100 juta tersebut tidak juga dibayar dalam bulan ini, maka saya akan membawa ke jalur hukum," tegasnya.
Belum Selesai
Sementara itu Kades Pasir Ringgit Sumarji saat dikonfirmasi melalui selulernya terkait persoalan dengan pekerja ini, dia menegaskan bahwa sudah tidak ada masalah dan akan bisa diselesaikan secara baik.
"Gak ada masalah, barang itu kan kerjaannya belum selesai kan, jadi mungkin anu cat juga belum selesai juga kan, itu bisa diselesaikan secara baik, gak ada masalah," kata Sumarji saat dikonfirmasi melalui selulernya.
Ditanya kapan waktu pasti untuk penyelesaian pembayaran proyek itu kepada pekerja, Sumarji menegaskan bahwa pembayaran akan dilakukan saat pekerjaan sudah selesai. "Pembayaran itu kan anu sudah selesai PAUD itu pak, sudah selesai gak ada masalah itu," terangnya.
"Kita kerja ini untuk kebenaran, kalau saya orangnya terbuka pak, kalau dikatakan orang itu saya tidak betul terserah, yang penting kita bekerja tidak lepas dari aturan," sambungnya meyakinkan.
Ditanya berapa nilai proyek itu, kades mengaku lupa. "Ada dipajang di depan itu, di plang ada lengkap semua itu," terangnya.
Dikatakan Sumarji lagi, bahwa selama ini proyek di Desa Pasir Ringgit diklaim sudah berjalan dengan baik tanpa ada masalah dan sesuai dengan aturan. "Kalau masalah meleset itulah manusia, di desa kami orang kerja sudah diselesaikan semua, tinggal catnya ada yang belum, ini masih ada waktu satu bulan," sebutnya.
Ditanya apakah benar apa yang dikatakan Chaidir terkait pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan namun belum dibayar, kades menegaskan bahwa yang bekerja itu bukan Chaidir melainkan tukang tempatan. Namun Chaidir yang katanya memiliki hubungan baik dengannya maka membantu memodali pekerjaan tersebut.
"Ini yang kerja tukang, pak Chaidir itu kan secara lisan saja sama saya yang modali bantu-bantu, masalah yang kerja itu tukang dari Pasir Ringgit juga," bebernya.
Terkait lapor melapor, dikatakan kades bahwa untuk laporan harus ada dasarnya. "Lapor kan harus ada dasar juga," sebutnya.
"Pak Chaidir itu pun baik sama saya, hubungan baik dengan saya. Niatnya niat baik insya Allah, masalah gonjang ganjing itu Alhamdulillan kita di tempat yang benar insya Allah. Pak Chaidir orangnya baik tak banyak cerita itu," sebutnya lagi.
Kades pun mengisahkan beberapa isu miring yang menerpanya selama satu tahun setengah menduduki jabatan kepala desa di Pasir Ringgit. Masih segar di ingatan, belum lama ini persoalan ijazah kades dipertanyakan warga keabsahannya.
"Karena saya apa adanya, saya ini disini masih baru satu tahun setengah, masalah ijazah mana berani saya, nanti ijazah palsu pemerintah cek dulu ke sekolah benar sekolah ndak, mana dengarkan omongan orang. Kelemahan dan kekurangan saya ada juga," pungkasnya mengakhiri pembicaraan.