Masalah Proyek Cuci Parit Dana Aspirasi Ketua DPRD Inhu, Ini Penjelasan Kepala Desa Perkebunan Sei Parit

datariau.com
1.927 view
Masalah Proyek Cuci Parit Dana Aspirasi Ketua DPRD Inhu, Ini Penjelasan Kepala Desa Perkebunan Sei Parit
Heri
Kepala Desa Perkebunan Sei Parit, Julimin.

RENGAT, datariau.com - Proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder atau cuci parit dari dana Aspirasi Ketua DPRD Inhu Miswanto SE yang berlokasi di Desa Perkebunan Sei Parit Kecamatan Sei Lala dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Inhu sempat menjadi konflik warga sekitar. Pasalnya, warga tidak terima proyek tersebut dilaksanakan di perbatasan Desa Talang Parit.

Terkait persoalan ini, Kepala Desa Perkebunan Sei Parit, Julimin saat jumpa di kantor KUA Sei Lala, Kamis (19/7/2017) mengatakan, proyek cuci parit yang ada di desa tersebut memang benar adalah dari dana Aspirasi Ketua DPRD Inhu Miswanto.

"Tidak benar kalau proyek itu dikatakan untuk kepentingan pribadi oknum perangkat desa. Memang benar di sekitar areal yang dikerjakan itu ada lahan milik orangtua Sekdes Desa Perkebunan Sei Parit, namun ada juga lahan warga lainnya, kalau dibilang tidak ada azas manfaatnya itu salah, cuci parit yang berlokasi di perbatasan Desa Talang Parit juga banyak manfaatnya buat warga," terangnya.

Terkait permintaan warga agar proyek itu dialihkan, Julimin menjelaskan bahwa pengalihan atau memindahan proyek tidak bisa dilakukan semudah itu, harus berkoordinasi terlebih dahulu ke dinas terkait.

"Setelah ada koordinasi dengan dinas terkait dan hasil musawarah kemarin malam dengan masyarakat akhirnya proyek cuci parit dari aspirasi ketua DPRD Inhu dilaksanakan yang diminta oleh warga," terang Kades.

Sebelumnya, salah seorang warga Desa Perkebunan Sei Parit yang mengalami kebanjiran beberapa pekan lalu kepada datariau.com, Ahad (16/7/2017) mengatakan, proyek cuci parit yang diletakkan pada lokasi perbatasan Desa Talang Parit tidak ada azas manfaatnya buat warga. Seharusnya proyek cuci parit itu dilaksanakan di Dusun 3 yang terkena dampak banjir saat musim hujan.

"Proyek cuci parit dikerjakan di perbatasan Desa Talang Parit, kuat dugaan kita untuk kepentingan pribadi oknum perangkat, pasalnya di lokasi yang sekarang dikerjakan pencucian parit ada lahan orangtua perangkat desa," sebut salah seorang warga.

"Karena, sebelum dimulai pelaksanaan proyek tersebut, oknum pejabat desa ke rumah mengatakan alat berat kerjakan dulu cuci parit di perbatasan desa Talang Parit di kebun bapaknya sepanjang 1 kilo, sisanya nanti baru dikerjakan di parit belakang rumah warga," lanjut warga tersebut.

Dijelaskan warga, sebetulnya proyek cuci parit itu sudah diminta untuk dipending dulu oleh Anggota DPRD Inhu sampai ada kesepakatan warga. Namun perangkat desa tetap saja melaksanakan proyek cuci parit tersebut.

"Anggota DPRD Inhu minta kami untuk musyawarah ambil kesepakatan," terangnya.

Sementara itu, Anggota BPD Desa Perkebunan Sei Parit, Roni Afrianto mengatakan, pihaknya meminta perangkat desa, RT, RW, Kepala Dusun dan Kades, segera melaksanakan rapat, bila dalam waktu dekat ini tidak juga diadakan musyawarah kesepakatan terkait proyek cuci parit, maka dirinya akan surati Bupati dan Kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kegiatan proyek cuci parit tersebut.

"Benar, kegiatan proyek cuci parit yaang dilaksanakan di perbatasan Desa Talang parit tidak ada azas manfaat buat masyarakat dan proyek itu dinilai hanya untuk kepentingan pribadi oknum perangkat," tutupnya.

Pantauan datariau.com, warga bersama Anggota BPD juga menjumpai Kadus 3 di kebunnya mempertanyakan proyek cuci parit di perbatasan Desa Talang Parit, selain itu juga anggota BPD tegaskan agar Kadus segera usulkan ke Kades untuk diadakan rapat memusyawarahkan permasalahan proyek cuci parit tersebut agar benar-benar tepat sasaran, jangan sampai hanya untuk kepentingan sekelompok atau pribadi.

Penulis
: Heri
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)