PEKANBARU, datariau.com - Direktur PDAM Tirta Siak melalui Kepala Bagian Langganan, Hendri Kusuma mengatakan, saat ini jumlah pelanggan PDAM 12.630 pelanggan.
Namun dari jumlah itu, hanya sekitar 42 persen yang sempurna menikmati pelayanan air bersih. "Dari total jumlah pelanggan, setidaknya ada 58 persen penyaluran air bersih terganggu pelayanannya," ujarnya, Kamis (17/9/2015).
Hendri mengaku, tingginya gangguan penyaluran ini diakibatkan kerena banyaknya pipa yang sudah tua dan bocor. Sehingga banyak air yang tidak sampai kepada pelanggan.
"Akibat pipar bocor, banyak air yang keluar. Pipa-pipa tua itu harus diganti. Jika tidak, kita khawatir pelanggan banyak yang berhenti berlangganan," katanya.
Akibat kondisi kebocoran pipa ini, pihaknya merasa rugi. Pasalnya, setiap bulan perusahaan daerah yang dimiliki oleh Pemko Pekanbaru ini rugi Rp100 juta.
"Kita rugi Rp100 juta. Pendapan kita Rp800 juta sebulan, pengeluaran Rp900 juta. Kendalanya jaringan pipa kita banyak yang bocor sekarang. Lebih banyak yang bocor dari pada yang mengalir ke rumah pelanggan," katanya.
Ketika disinggung terkait masih minimnya pendistribusian air bersih ke rumah-rumah warga, yakni baru bisa melayani 7 persen masyarakat Kota Pekanbaru, Hendri menjawab hal itu disebabkan karena masih kurangnya fasilitas pendukung yang dimiliki.
"Dari mesin yang ada, kecepatan pompa saat ini 140 liter perdetik, sedangkan pelanggan ada 12.630 pelanggan, tentu masih jauh dari cukup. Ini belum lagi untuk melayani kepada seluruhnya," katanya.
Disebutkannya, saat ini pipa yang mengalirkan air bersih ke rumah pelanggan hanya sekiatar 3000 kilo meter panjangnya. Hal tersebut masih dirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan di Pekanbaru, sehingga banyak masyarakat yang memilih menggunakan pompa air sendi-sendiri.
"Saat ini PDAM Tirta Siak memiliki 110 orang karyawan. Namun, gaji mereka ini bahkan di bawah Upah Minimum Kota yakni Rp1,8 juta," pungkasnya. (yan)