Perda Parkir Disahkan, Armilis: Jika Berlaku, Pemilik Kendaraan Tidak Akan Pilih Firdaus Lagi

1.493 view
Perda Parkir Disahkan, Armilis: Jika Berlaku, Pemilik Kendaraan Tidak Akan Pilih Firdaus Lagi
Ilustrasi.
PEKANBARU, datariau.com - Peraturan Daerah (Perda) Parkir yang baru disahkan DPRD Kota Pekanbaru pada Senin (2/11/2015) lalu menuai kritikan. Pengamat Hukum Pekanbaru menyebut perda itu tidak wajar, bahkan berimbas kepada kebijakan Walikota tidak merakyat.

"Saya pertanyakan dasarnya dimana, ahlinya siapa? Secara kasat mata Pemko Pekanbru dalam hal ini Walikota Pekanbaru telah gegabah menyetujui kenaikan tarif parkir yang baru disahkan tersebut. Harusnya yang menjadi sorotan Pemerintah mengkaji izin mal-mal yang sangat banyak ditemui di Jalan Riau saat ini," kata Pengamat hukum sekaligus seorang pengacara, Armilis Harmaini ketika ditemui di kantor DPRD Kota Pekanbaru, Rabu (4/11/2015).

Penetapan Perda ini, ditetapkan kendaraan roda dua Rp4000 dan kendaraan roda empat Rp8000 sesuai zonasi yang ditentukan dan bukan di semua lokasi. Armilis mengaku Perda yang disahkan ini sangat tidak masuk akal, jika menaikkan tarif parkir itu mengurai kemacetan.

Diungkapkan Armailis, berapa banyak uang parkir yang dipungut dengan angka yang fantastis tersebut. Sudahlah masyarakat habis dilanda kabut asap, PBB dianikkan 100 persen, pajak restoran juga dipungut, sekarang disahkan lagi Perda Parkir dengan nilai yang fantastis.

"Ini bukan perda yang wajar tapi perda kurang ajar. Saya orang pertama yang akan menggugat, kalau perda ini dijalankan saya minta Plt Gubernur Riau tidak merestui. Ini sangat menyengsarakan, saya juga turut kecewa eksekutif dan legislatif sangat tidak memikirkan rakyat," jelasnya.

Armilis memprediksi, Walikota Pekanbaru yang dijabat Firdaus MT tidak akan kembali duduk dan dipilih oleh pengguna kendaraan di Kota Pekanbaru.

"Kalau ini disahkan, pemilik kendaraan di Pekanbaru ini tidak akan pilih Firdaus lagi. Saya orang pertama menentang Firdaus MT karena yang dilakukannnya sudah tidak sesuai dengan slogan PAS, sekarang muncul lagi slogan Trilogi. Saya minta Walikota jangan hanya membuat slogan yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat. Yang penting realitas berpihak ke masyarakat," pungkasnya. (nar)

Ikuti perkembangan berita ini dengan klik Disini atau bisa juga Disini

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)