Pemko tak Rawat 20 Unit Bus TMP Karena Belum Dihibakan Kemenhub

830 view
Pemko tak Rawat 20 Unit Bus TMP Karena Belum Dihibakan Kemenhub
Bus TMP. (net)
PEKANBARU, datariau.com - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkomimfo) mengakui tidak bisa melakukan perawatan terhadap 20 unit bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) hibah Kementrian Perhubungan.

Pasalnya, sejak digudangkan di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) awal tahun lalu, bus hanya diam tanpa diperlakan apa-apa, termasuk tidak dirawat.

Kepala Dishubkomimfo Syafril, Ahad (31/8/2014), mengatakan bahwa pihaknya tidak berdaya melakukan service ringan maupun berat terhadap 20 unit bus TMP. Karena kepemilikan bus tersebut belum di tangan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Sementara, diakuinya tahun 2015 ini Dishubkomimfo sudah menganggarkan dana APBD untuk biaya perawatan 20 unit bus tersebut.

"Kita masih menunggu surat hibah dari kementrian perhubungan. Kemarin dari Kementrian Keuangan sudah ok, suratnya sudah keluar tetapi belum kita terima karena masih menunggu pergantian Sekjen Kementrian Perhubungan yang baru," ujar Syafril.

Menurut dia, semua tergantung Kementrian Perhubungan. Diperkirakan sebelum akhir tahun 2014 sudah selesai. "Tergantung orang itu, kemaren katanya setelah puasa tetapi belum juga," ulasnya.

Diakuinya, Dishubkomimfo menghadapi kendala untuk menggelontorkan anggaran perawatan, sehingga 20 unit bus tidak bisa diperbaiki. "Kita tidak bisa memperbaiki kalau belum ada hibah. Maka sekarang menjelang ada kepastian kita gudangkan di terminal BRPS. Yang namanya mobil terduduk sebenarnya juga harus diservis rutin dan dirawat, itu butuh biaya," katanya saat ditanyai kondisi kerusakan mobil.

Diakuinya lagi, jika hingga akhir tahun ini hibah kepemilikan bus belum tuntas, maka anggaran untuk perbaikan tidak bisa digunakan. Tapi kalau surat keluar akan segera dicairkan dan digunakan.

"Setelah diperbaiki, selanjutnya menunggu arahan walikota akan digunakan untuk apa bus tersebut," tutupnya. (*)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)