PD Pembangunan Kembali Sewa 75 Bus TMP Untuk 2015 Senilai Rp19,2 Miliar

1.439 view
PD Pembangunan Kembali Sewa 75 Bus TMP Untuk 2015 Senilai Rp19,2 Miliar
Dirut PD Pembangunan Heri Susanto. (foto: net)
PEKANBARU, datariau.com - Masa kontrak 75 Bus Trans Metro Pekanbaru yang diadakan oleh CV Racico Multi Finance, berakhir pada 31 Desember ini. Perusahaan Daerah Pembangunan pun melakukan lelang untuk pengadaan bus sewa untuk tahun berikutnya.

"Sebenarnya 17 Oktober (lelang sewa bus, red) sudah diusulkan oleh tim pnitia,
pada November tindak lanjut lagi, namun kesibukan Pokja (kelompok kerja), maka 8 Desember kemarin baru dimulai. Kita minta petunjuk walikota," ungkap Direktur Utama PD Pembangunan Heri Susanto, Ahad (14/12/2014) malam kepada datariau.com.

Jika pada tahun sebelumnya nilai sewa kurang lebih Rp14 miliar, diterangkan Heri, maka pada tahun 2015 ini nilai pagu anggaran Rp19,2 miliar yang akan digelontarkan untuk sewa bus sedang tersebut.

"Karena pada tahun lalu, bus masuknya dua tahap, pertama pada Februari 50 unit dan April 25 unit makanya karena tidak penuh setahun nilainya kalau tak salah Rp14 miliar, kalau sekarang kan penuh Januari sampai Desember," terang Heri.

Ditanya mengapa masih menggunakan sistim sewa, kembali Heri menegaskan bahwa dengan sistim tersebut lebih jauh menguntungkan dibandingkan dengan sistim beli bus.

"Sewa jauh lebih, begini saja hitung-hitungannya, seperti di Palembang mereka memiliki 150 unit bus dan sekarang tinggal 50 bus karena rusak, yang 50 ini juga sudah mulai bermasalah. Kredit bus belum lunas, unit pada rusak kan rugi," beber Heri.

Jika sistim sewa yang telah dilakukan PD Pembangunan dalam kurun waktu sekitar setahun belakangan, disebutkan Heri bahwa dengan sistim tersebut PD Pembangunan lebih aman.

"Semua dari mereka, sparepart, servis semuanya. Kita tahunya bus itu jalan," terangnya.

Maka Heri tetap berpegang pada prinsipnya, agar pelayanan publik tetap maksimal, maka bus dilakukan sistim sewa agar keberadaan bus bisa dijamin oleh pihak ketiga.

"Kalau kita beli, tak akan terpantau sama kita, kadang anggota kita di lapangan seperti apa, oli entah berapa liter dimasukan, sparepart entah yang asli atau tidak, itu tak akan terpantau, maka sistim sewa ini kita lebih aman," ulasnya.

Dalam pengadaan sewa bus sedang yang telah terbit di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), jelas Heri lagi, bisa jadi bus yang akan digunakan masih bus lama saat ini, tergantung siapa pemenang dalam lelang tersebut.

Mengenai bus yang disewa merupakan bus bekas, menurut Heri hal tersebut tidak ada masalah yang penting sesuai dengan spek. "Tak masalah, apapun yang disiapkan pemenang, mau bus bekas yang penting sesuai spek," terangnya.

Saat ini, dari 75 unit bus yang beroperasi PD Pembangunan memperoleh lebih kurang Rp50 juta perhari. Disinggung apakah dengan penghasilan tersebut PD Pembangunan tidak untung, Heri menyebut bahwa dalam pelayanan publik ini pihaknya tidak mengejar keuntungan, yang pasti masyarakat terlayani dengan baik.

"Pelayanan publik mana saja di muka bumi ini tak ada untung. Kalau ada bawa sini tunjukan ke kita biar kita belajar, bagaimana ilmunya. Singapura saja mereka juga merugi," terang Heri lagi.

PD Pembangunan untuk mengelola 75 Bus Trans Metro Pekanbaru ini mendapat suntikan APBD Kota Pekanbaru kurang lebih Rp8 miliar untuk subsidi tiket.

"Harga normal itu Rp 9000, disubsidi jadi Rp 4000 untuk umum dan mahasiswa, Rp 3000 untuk pelajar. Kalau mahal masyarakat tak sanggup," sebut Heri.

Heri juga menegaskan, jika pihaknya siap untuk dikritik demi memaksimalkan pelayanan publik dalam jasa angkutan umum ini. Sebab, saat ini dirinya mengakui masih banyak kekurangan, terutama dalam hal armada bus yang belum memadai untuk koridor di Kota Pekanbaru.

"Headway (waktu tunggu di halte) sekarang 30 menit, bahkan ada 45 menit seperti di koridor Rumbai. Ini akan ada bus baru, 15 dari pemerintah pusat dan 2 bus dari BRI, jadi jumlahnya 17. Ini nantinya juga kita bikin sistim lelang untuk pemeliharaannya. Insya Allah tahun depan bus diberikan ke kita," pungkas Heri. (rik)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)