PEKANBARU, datariau.com - Pasca diresmikannya Bus Air (BA) Senapelan beberapa waktu lalu di Pelabuhan Sungai Duku, bus dengan kapasitas penumpang 50 orang tersebut sepi peminat.
Dari pantauan Selasa kemarin sekitar pukul 13.00 WIB, terlihat 1 unit armada bus air hanya diam di tempat. Di dalam terlihat hanya diduduki oleh karyawan BA Senapelan dan beberapa warga sekitar.
Penasaran dengan kondisi BA Senapelan pasca diresmikan oleh Wali Kota (Wako) Pekanbaru tersebut, wartawan menelusuri keberadaan sampai di bangku penumpang paling belakang dan berusaha bertanya bagaimana kondisi lonjakan penumpang. Salah seorang karyawan berkata bahwa penumpang masih belum banyak.
"Tadi pagi sudah jalan ada 4 orang. Yang siang ini baru 6 penumpang," ucap salah seorang karyawan di dalam BA Senapelan tersebut.
Sepinya penumpang pasca diresmikan, membuat Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Mulyadi Amd buka suara. Menurutnya, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pekanbaru semestinya melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum BA Senapelan ini diluncurkan.
"Harusnya dilihat dulu respon masyarakat seperti apa. Jangan diresmikan dahulu. Kita survey di lapangan, bentuk tim bagaimana sossialisasinya ditengah masyarakat. Apa keberadaan bus ini bisa menambah wisata rekreasi keluarga atau tidak," ucap Mulyadi.
Selain itu, sosialisasi BA Senapelan itu, perlu campur tangan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait seperti Lurah dan Camat yang ada di Kota Pekanbaru. Sehingga peran Camat dan Lurah bisa mengkoordinir perangkatnya untuk terjun ke bawah membantu sosialisasi BA Senapelan kepada masyarakat berdasarkan wilayah masing-masing.
"Jadi banyak hal yang mereka lakukan. Selain melibatkan perangkat lurah dan camat, sosialisasi di media massa, seperti koran televisi serta selebaran poster bisa dilakukan. Itu semua tergantung dari kemauan dari dinas itu (Dishubkominfo). Kalau tidak disosialisasi bagaimana orang bisa tahu," terangnya.
Kepala Dishubkominfo Kota Pekanbaru Aripin Harahap mengakui, bahwa sosialisasi untuk operasional BA Senapelan saat ini tidak ada. Namun, dia berjanji akan membentuk tim melakukan promosi dengan melibatkan pihak kelurahan dan kecamatan di wilayahnya masing-masing.
"Ya, nanti kita sampaikan ke kecamatan, kalau di Sungai Duku ini ada pariwisata. Camat dan lurah juga nanti kita minta perannya memasang spanduk diwilayahnya, bahwa saat ini bus air sudah disediakan," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, BA Senapelan dengan spesifikasi panjang 15,2 meter, lebar 4 meter dan bobot kapal 31 ton dengan kecepatan 15-25 knot tersebut, merupakan pilot project dari Pemko Pekanbaru.
BA ini khusus mengangkut penumpang yang berada di daerah pinggiran Kota Pekanbaru dengan rute Pelabuhan Sungai Duku ke Pelabuhan Pelindo, ke Meranti Pandak atau Kampung Bandar, ke PLTU Tenayan Raya, dan Pelabuhan Melebung. Adapun harga tiket untuk satu kali perjalanan dibebankan Rp15 ribu per penumpang. (bir)