Tepatkah Subsidi BBM Dialihkan Menjadi Bansos?

Admin
447 view
Tepatkah Subsidi BBM Dialihkan Menjadi Bansos?
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar, serta jenis Pertamax. Dengan kenaikan ini, maka harga Pertalite yang awalnya Rp 7.650 perliter sekarang menjadi Rp 10.000 dan Solar Rp 6.800 dari awalnya Rp 5.150 per liter. Sedangkan harga BBM jenis Pertamax menjadi Rp 14.500 atau naik sebesar Rp 2.000.

Kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) karena alasan subsidi BBM jadi beban APBN karena tembus angka Rp 520 triliun mengindikasikan bahwa kinerja Menteri Keuangan gagal kelola anggaran.

Menurut saya dana subsidi BBM yang dialihfungsikan menjadi Bansos sangatlah tidak tepat karena bansos juga kebanyakan tidak tepat sasaran.

Cara pemerintah mengklasifikasikan rakyat miskin sangatlah tidak efektif karena banyak rakyat yang mampu juga mendapatkan bansos.

Kebijakan menaikkan harga BBM yang dilakukan oleh pemerintah harus dievaluasi kembali, apakah akan menambah kesejahteraan rakyat atau malah menambah derita rakyat dalam hal ekonomi.

Jika memang harus dinaikkan tentunya kebijakan tersebut harus diikuti dengan kebijakan ekonomi lain yang membantu ekonomi rakyat menengah kebawah. Jangan sampai kebijakan yang di ambil tidak mencerminkan kepentingan terhadap rakyat.

Menaikkan harga BBM hanya akan menambah penderitaan rakyat saja. Keputusan pemerintah memberikan bansos Rp 150.000 per bulan selama 4 bulan sangat tidak efektif. Lalu apa yang akan terjadi setelah 4 bulan?

Penulis: Dzikra Nabila

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)