Maraknya Pembangunan yang Tidak Memperhatikan Penyerapan Air

Admin
491 view
Maraknya Pembangunan yang Tidak Memperhatikan Penyerapan Air

DATARIAU.COM - Saat ini pembangunan Indonesia sungguh sangat berkembang dari tahun ketahun, salah satunya adalah kemajuan di bidang infrastruktur banyak lahan yang digunakan untuk membangun jalan tol, gedung, area perkantoran dan lain-lain. Dengan berkembangnya infrastuktur di Indonesia memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat terutama di bidang ekonomi seperti meningkatkan perekonomian dengan semakin banyak lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. Walaupun dengan berkembangnya infrastruktur ini tidak menutup kemungkinan adanya dampak negatif yang akan dirasakan oleh masyarakat seperti salah satunya kurangnya lahan hijau yang dapat digunakan untuk penyerapan air.

Di kota-kota besar area resapan air banyak berkurang karena adanya pembangunan dan pembukaan lahan. Padahal area resapan air itu sangat berguna bagi kehidupan mahkluk hidup yang ada di bumi. Apabila area atau daerah resapan air semakin berkurang cadangan air di bumi semakin menipis. Semakin menipisnya air akan mengakibat krisis air. Selain itu dampak dari kurangnya area serapan air adalah sulit air hujan yang turun sulit untuk kembali ke tanah yang sering mengakibatkan banjir. Untuk mencegah terjadinya banjir maka harus dilakukan beberapa cara agar terjadi banjir salah satunya menanam pohon. Dengan menanam pohon tidak hanya untuk mencegah banjir tetapi juga dapat berperan untuk menjaga siklus air, pohon-pohon juga membantu tanah dalam penyerapan air.

Kawasan resapan air adalah wilayah yang mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapkan air hujan sehingga merupakan tempat pengisian air bumi yang berguna sebagai sumber air dan sebagai pengontrol tata air permukaan. Perkembangan pembangunan yang cepat karena perubahan tatanan sosial masyarakat harus diimbangi dengan pemeliharaan lingkungan hidup. Salah satunya adalah dengan memperbanyak menanam pohon untuk penyerapan air. Penyerapan air berfungsi agar untuk menjaga ekosistem yang ada di muka bumi ini. Jika ekosistem terjaga maka akan semakin baik pula lingkungan yang ada di sekitar kita.

Semakin pesatnya perkembangan suatu daerah akan memberikan dampak positif dan negatif yang akan dialami oleh warga masyarakat sekitar yang dapat merasakan dampaknya secara langsung. Pertambahan penduduk menjadi salah satu penyebab semakin pesatnya perkembangan pembangunan pada suatu daerah. Perkembangan pembangunan ini tidak dapat dicegah. Dengan semakin banyaknya pembangunan maka akan menyebabkan ruang untuk penyerapan air semakin berkurang dapat mengakibatkan cadangan air tanah semakin berkurang.

Banyak area pertanian atau lahan hijau yang seharusnya digunakan untuk penyerapan air banyak dialihfungsikan sebagai permukiman warga dan area perdagangan. Jika hal ini terjadi terus menerus maka akan habis lahan hijau yang dapat digunakan untuk penyerapan air. Sebenarnya kawasan-kawasan terbuka tersebut bisa dipergunakan sebagai kawasan resapan air yang memiliki fungsi untuk menjaga keseimbangan hidrologi untuk sebuah kawasan atau daerah. Oleh sebab itu perkembangan pembangunan dapat mengancam kelangsungan kehidupan makhluk yang ada di muka bumi.

Di Indonesia sendiri merupakan negara yang beriklim tropis yang memiliki dua macam musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau terjadi pada bulan Maret-September sedangkan musim penghujan terjadi pada bulan Oktober-Februari.

Walaupun musim kemarau kelembaban udara rendah tidak menutup kemungkinan akan terjadi turunnya hujan karena pergerakan angin yang tidak menentu. Oleh sebab itu penting adanya area atau daerah penyerapan air untuk menampung air yang turun. Apalagi disaat sedang musim penghujan maka intesitas air yang bakalan turun akan semakin meningkat oleh karena itu, butuh banyak area atau daerah yang dibutuhkan untuk menyerap semua air. Jika area atau daerah penyerapan air sedikit maka akan mengakibatkan air yang turun tidak dapat diserap dengan maksimal oleh tanah yang mengakibatkan banjir.

Banjir merupakan bencana alam yang diakibatkan oleh tingkah laku manusia sendiri. Banjir terjadi karena intesitas air hujan yang turun terus menerus yang tidak dapat diserap oleh tanah akibat kurangnya area atau daerah penyerapan air efek dari perkembangan pembangunan yang pesat. Hujan bisa saja diprediksi sesuai ramalan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau yang disebut dengan BMKG.

Solusi yang bisa diimplementasikan atau diterapkan untuk mengatasi banjir yaitu jika tidak adanya lahan terbuka untuk dijadikan area penyerapan air maka dapat dilakukan dengan melakukan pembuatan sumur resapan. Sumur resapan adalah teknik konservasi air menyerupai sumur gali dengan kedalaman tertentu yang berfungsi untuk menampung air hujan dan mengalirkan ke dalam tanah. Solusi lain yang bisa diterapakan adalah dengan mempraktikkan konsep pembangunan yang ramah lingkungan yaitu dengan konsep infrastruktur hijau atau disebut dengan istilah green infrastucture konsep ini banyak diimplementasikan di beberapa kota di negara maju.

Sebelum terjadinya proses pembangunan telebih dahulu harus memulai dari proses AMDAL atau analisis mengenai dampak lingkungan. Tujuan AMDAL adalah untuk menentukan potensi dampak lingkungan, sosial, kesehatan dari pembangunan yang diusulkan. Proses ini merupakan awal yang baik dalam memulai proses pembangunan. Analisis mengenai dampak lingkunganlah yang seharusnya menentukan apakah proses pembangunan dapat dilaksanakan. Berlangsungnya sebuah pembangunan dilihat dari ada tidaknya dampak penting dari kegiatan pembangunan tersebut. Jika terdapat dampak yang sekira akan mengganggu banyak orang pembagunan tersebut tidak dapat dilanjutkan sesuai dengan rencana awal.

Kirim berita, hak jawab, laporan: 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)