Hilangnya Rasa Kepedulian: Individualisme Ciri Khas Masyarakat Kapitalis Sekuleris

Oleh: Oki Ummu Kinan
datariau.com
626 view
Hilangnya Rasa Kepedulian: Individualisme Ciri Khas Masyarakat Kapitalis Sekuleris
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Kasus serupa terjadi kembali, ditemukan jenazah seorang wanita (64) dan anaknya (38) yang sudah mengering dalam rumah di perumahan elite di Cinere, Depok pada Kamis (7/9/2023).

Masih hangat dalam ingatan, belum lama ini beberapa bulan lalu pada tahun 2022 (10/11/2022) juga, ditemukan jenazah 4 orang dalam satu keluarga. Keempat korban itu bernama RG ayah (71), RM ibu (68), BG paman (68), dan D anak (42).

Sayangnya dua temuan kasus ini, baru diketahui ketika jenazah sudah tewas berhari-hari. Benarkah, sikap individualis mengejala masyarakat hari ini? Sehingga pupus sudah rasa peduli seolah benar sudah mati?

Masyarakat Kapitalis-Sekuleris Melahirkan Masyarakat Individualis

Hubungan sosial dalam bermasyarakat hari ini sedang tidak baik-baik saja. Menguburkan rasa tidak peduli dan tidak empati. Individualis menjadi ciri khas masyarakat kapitalis sekuleris.

Kebebasan individu dalam pandangan kapitalisme diagungkan. Sehingga individu bebas bersikap dan bertutur karena kebebasan ini mendapat perlindungan. Maka bisa dipastikan, ketika seseorang bertindak dan berbuat tidak wajar orang lain tidak peduli. Sebab hal tersebut berada di ranah privacy yang orang lain tidak boleh ikut campur.

Betul saja, jika masyarakat hari ini lebih bersikap cuek terhadap urusan orang lain. Apakah orang tersebut melakukan kebaikan atau keburukan karena kebebasan dalam bertingkah laku dan berucap akan mendapat perlindungan di sistem kapitalis. Sebuah model hidup yang salah bila semua masyarakat menerapkan.

Masyarakat Islam dalam Satu Naungan

Islam memandang masyarakat sebagai masyarakat yang memiliki satu aturan, satu pemikiran dan satu perasaan yang sama. Masyarakat yang satu dan lainnya adalah mahluk sosial yang tidak bisa dipisahkan.

Aturan yang mengikat lahir dari Tuhan Yang Maha Menciptakan, Allah Azza Wajalla sehingga manusia tidak bisa bebas sesuai hati dan perasaanya. Amar ma'ruf nahi munkar dilakukan pada setiap individu sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

Kontrol individu dan masyarakat akan terjalin jika diatur dalam kehidupan Islam. Jauh berbeda dengan hidup bermasyarakat di sistem kapitalis, yang masih banyak ditemui kasus ada tidak peduli tetangga, sehingga ada yang kelaparan yang lain tidak tahu, sampai ada yang tewas pun masyarakat terlambat untuk mengetahuinya. Kesenjangan yang jomplang bila berharap hidup ideal di sistem kapitalis sekuler saat ini.

Seyogyanya, tetangga adalah orang terdekat yang tinggalnya berdekatan dengan rumah kita. Maka tetangga wajib mendapatkan perhatian dan pertolongan ketika sedang mengahadapi kesusahan dan musibah. Mengasihi dan menyayangi dalam hadits "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya" (HR Bukhori). Wallahu'alam bishawab. (***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)