DATARIAU.COM - Langit Gaza masih kelabu. Tanah Gaza terus memerah, bersimbah darah para syuhada. Rakyat Gaza hidup dalam derita. Menderita kelaparan di bawah desing peluru yang membabi buta. Sampai bila?
Amir, bukti nyata kekejian zionis. Bocah kecil yang berjalan 12 Km demi secuil bahan makanan. Namun, nafasnya terhenti ditembak peluru tajam zionis. Bahkan sebelum beras dan kacang lentil itu ia cicipi. Sungguh tragis!
Otoritas kesehatan Gaza telah mengkonfirmasi sejak Oktober 2023, korban tewas sudah 60.430 jiwa. 148.722 orang luka-luka. Tak terkecuali, anak-anak, wanita bahkan bayi-bayi yang tidak berdosa, turut menjadi korbannya.
Bukankah rakyat Gaza juga manusia? Bukankah mereka juga berhak mendapatkan kehidupan yang layak? Hidup merdeka selayaknya manusia pada umumnya. Pelaparan sistemis oleh penjajah zionis menjadi senjata keji genosida rakyat Gaza.
Di tengah kelaparan rakyat Gaza, Penguasa Mesir begitu tega tidak membuka pintu masuk Rafah. Ratusan ribu ton bantuan makanan tertahan. Mesir justru menekan Imam Besar Al Azhar agar mencabut kecaman 'Israel Biang Kelaparan Gaza'. Bahkan, gerakan Global March to Gaza beberapa saat lalu pun berakhir di sana. Sebagian ditahan bahkan tak sedikit yang dipulangkan. Ironis!
Para penguasa muslim di negeri lainnya seolah tuli dan buta. Lupa, seperti tidak ada ikatan iman dengan muslim Gaza. Masih saja menyeru solusi dua negara atas restu Amerika. Padahal, Amerika sekutu zionis pelaku genosida. Memburu fatamorgana.
Jebakan kapitalisme menyeret penguasa negeri kaum muslimin bersikap berlandaskan kepentingan dunia semata. Mematikan ukhuwah Islam dan menjerumuskan mereka. Sehingga lemah di hadapan musuh-musuh Allah dan kaum muslimin.
Padahal, di atas landasan kemanusiaan ada ikatan ukhuwah Islam. Allah Subahanahu wa Ta'ala ingatkan inilah satu-satunya landasan hubungan. Bukan di atas kepentingan duniawi, jabatan dan kekuasaan.
Kaum muslimin adalah umat terbaik. Sejak masa Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam hingga Khilafah Usmani di Turki. Sekitar 12 abad, menjadi bukti nyata Islam membawa rahmat bagi semesta. Allah Subahanahu wa Ta'ala telah menjanjikan kepada kaum muslimin akan kembali memimpin dunia.
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS An Nur: 55).