Saat Kepintaran Tidak Dibarengi dengan Akhlak Baik

datariau.com
765 view
Saat Kepintaran Tidak Dibarengi dengan Akhlak Baik
Ilustrasi (Foto: Internet)
DATARIAU.COM - Di zaman sekarang, sulit menemukan orang yang memiliki intelektual tinggi dengan budi pekerti yang baik pula. Tak sedikit kasus-kasus memalukan yang justru dicerminkan oleh kaum-kaum yang mengaku berintelektual tinggi. Dan mereka dengan pedenya merasa pintar dan mengaku pantas menerima jabatan tinggi di antara orang-orang biasa.

Di negara kita, fenomena seperti ini tercermin dari banyaknya kasus korupsi, suap, dan semacamnya, yang lucunya kasus itu dilakukan oleh mereka yang namanya bergelar sebagai bukti mereka berintelektual tinggi, namun tidak berbudi pekerti yang baik. Masyarakat mulai tak heran melihat berita korupsi atau suap berisi senyuman manis tak bersalah dari kaum-kaum pintar itu.

Mereka yang berintelektual tinggi dan terjerat kasus korupsi justru memanfaatkan kepintaran mereka untuk menjadi maling kelas kakap dan bersembunyi di balik citra jabatan. Mereka keluar dari kodrat mereka yang seharusnya menjadi contoh dan wakil yang baik serta penyambung lidah masyarakat demi kepentingan bersama.

Mungkinkah mereka tak pernah diajarkan bahwa mengambil hak orang lain demi kepentingan pribadi itu adalah perbuatan yang tidak benar? Mengapa tak terlintas di benak mereka untuk memanfaatkan kepintaran yang bisa dikatakan "lebih" dibandingkan orang biasa untuk kepentingan orang banyak? Jangan rugikan orang banyak dengan kepintaran yang dimiliki.

Sudah sepatutnya kita menomorsatukan akhlak budi pekerti ketimbang hal lainnya. Ciptakan sistem yang mampu menghasilkan bibit-bibit generasi penerus bangsa yang berbudi pekerti baik. Akhlak yang baik akan menuntun seseorang kepada kebaikan, justru mampu memberikan manfaat dan hal positif kepada orang banyak, begitu pula sebaliknya. (rls)
Penulis
: Rama Aditya Nugraha
Tag:Korupsi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)