DATARIAU.COM - Selama 86 tahun Ayasofia di jadikan museum. Pada tahun ini pengembalian status Ayasofia menjadi masjid Hagia Sophia sudah dibuka. Sehingga masyarakat Turki merasakan kebahagaan dengan kembalinya Masjid Hagia Sophia. Tak hanya itu, seruan Khilafah dapat sambutan public turki. Di dalam majalah berita turki Gercek Hayat, di halaman sampulnya bertuliskan, ?Hagia Sophia dan Turki bebas sekarang?. Tidak hanya itu saja terdapat kalimat lain yang berbunyi,?jika tidak sekarang, kapan? Jika bukan anda, siapa? Berkumpul bersama untuk kekhilafahan?. (REPUBLIKA.co.id)
Gercek Hayat adalah majalah mingguan surat Kabar Yeni Safak yang terkait dengan pemerintah. Namun hal itu memicu kemarahan di media social. Sehingga juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Omer Celik salah satu partai Erdogan dalam sebuah cuitan di Twitter, ?Republik Turki adalah Negara yang demokratis dan sekuler berdasarkan aturan hukum?. Kata juru bicara Omer Celik pada Senin (27/7/2020). ?Republik kita adalah payung bagi kita semua berdasarkan kualitas-kualitas ini?. (beritakaltim.co)
Tidak hanya itu juga Asosiasi Bar Ankara mengajukan pengaduan pidana terhadap Gercek Hayat.dengan tuduhan menghasut orang-orang untuk melakukan pemberontakkan bersenjata melawan Republik Turki dan menghasut masyarakat membentuk kebencian dan permusushan dan menghasut orang tidak mematuhi hukum.(REPUBLIKA.co.id). Sehingga partai berkuasa Turki menolak seruan majalah pro-pemerintah untuk membangkitkan kembali kakahilafahan Islam.
Negara sekuler yang tidak mau membuka mata untuk menerima Negara Islam. Bahkan memusuhi Negara Islam itu sendiri. Seharusnya bukan Islam yang harus di benci namun di perjuangkan. Tapi, pada saat ini Negara sekuler engan untuk membahas tentang Negara Islam. Kata khilafah sudah tidak asing lagi baik di Indonesia maupun di luar Negeri. Namun kenapa banyak Negara yang menganut Sistem demokrasi tidak mau menggambil Sistem Khilafah? Ada apa dengan Negara Islam?
Sekarang sudah terlihat, bahwa Negara sekuler sendiri tidak mampu menyelesaikan semua permasalahan kehidupan saat ini. Permasalahan virus Corona yang belum selesai , ekonomi yang sekuler, pendidikan sekuler dan masih banyak lagi permasalahan yang terjadi saat ini. Tidak hanya di dalam Negeri saja namun di luar Negeri juga demi kian. Karna Sistem sekuler sendiri sudah terlihat kebobrokkannya yang tidak mampu menyelesaikan problematika kehidupan ini. Lantas haruskah tetap bertahan dengan sistem saat ini yang sudah rusak?
Ibarat sebuah akar yang sudah busuk di dalamya sehingga tidak akan menghasilkan tunas yang bagus bahkan akar tersebut akan mati. Begitulah sistem kapitalisme yang sudah rusak dari akarnya. Agar bisa bertunas maka akar yang busuk tersebut harus di ganti dengan akar yang baru maka akan menghasilkan tunas yang berkualitas. Ketika sistem saat ini sudah rusak, maka harus di ganti dengan sistem Islam yang sudah pernah berabad-abad menjadi Negara adidaya. Antara Islam dan sekulerisme tidak bisa di satukan seperti air dan minyak.
Namun sungguh aneh seruan kembali ke Negara Islam dianggap oleh kubu sekuler sebagai ajakan yang tidak bisa terwujudkan dalam hukum. Seakan-akan sebagai bentuk pemberontakan bersenjata. Padahal dalam sejarah daulah Islam sendiri ketika mendirikan khilafah tanpa pertumpahan darah. Sehingga Rasululah SAW mampu mendirikan daulah Islam dan kemudian di lanjutkan oleh para sahabat dengan cara damai tanpa senjata. Lalu, menggapa di tuduh mengangakat senjata? Sedangkan ajakannya hanya bersifat seruan dan nasehat politik bahwa khilafah dan kejaan itu milik kaum muslimin. Kepemimpinan Islam dapat diraih dengan cara damai dalam bentuk perubahan sistem.
Tanpa Negara Islam, saat ini umat Islam di seluruh dunia terjajah, terzalimi, terpuruk dan tertindas. Karna tidak ada seorang Imam yang mengurus umatnya. Bukannkah tugas pemimpin mengurus urusan umatnya? Inilah yang di rasakan umat Isam di seluruh dunia. Ibarat pepatah seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Tercatat dalam sejarah bahwa Sistem pemerintahan Khilafah yang mampu menaungi hampir 2/3 dunia ini diakui sebagai Negara Adidaya. Yang mampu mencetak pemimpin yang adil, ilmuan-ilmuan yang luar biasa, mewujudkan kesehjatraan bagi seluruh warga Negara. Dengan Negara Islam umat Islam akan bisa di persatukan dan memperoleh kemuliaannya kembali, sekaligus akan menghapus segala bentuk kezaliman dan ketertindasan di bawah hegemoni Negara penjajah.
Semejak tahun 1924 institusi khilafah runtuh di tangan Mustafa Kemal Attaturk yang di kenal sebagai bapak sekuler Turki. Memeiliki peran dalam kehancuran institusi Islam di Turki. Padahal khilafah adalah warisan Rasulullah SAW untuk umatnya. Khilafah adalah kepemimpinan umum seluruh dunia. Negara Islam mampu menciptakan kedamaian, menyatukan umat Islam seluruh dunia dan menerapkan Islam secara totalitas. Islam merupakan agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah. Dengan sesamanya maupun dengan dirinya sendiri. Khilafah merupakan ajaran Islam. Bagi yang menolak pemerintahan Islam merupakan salah satu penolakan ajaran Islam. sedangkan sekulerisme merupakan ruh dari kapitalisme. Dimana kapitalisme harta dikuasi oleh segelintir manusia. Sedangkan Allah tidak menyukai dan melarang orang seperti itu. Juga, kapitalisme bukan warisan dari Rasulullah. Dan Rasulullah juga tidak pernah mewariskan demokrasi karena yang membuat hukum adalah manusia itu sendiri. Sebaik-baik pembuat hukum hanyalah Allah semata. Jadi, hukum yang layak di pakai atau digunakan hanyalah hukum buatan Allah.
Seluruh ulama khususnya Imam 4 Mazhab bahwa hukum menegakkan Imamah itu sendiri adalah wajib. Rasulullah SAW bersabda: ?kemudian akan ada lagi khilafah yang menempuh jejak kenabian?. (HR.Ahmad). Lalu, Rasulullah juga menetapkan para pemimpin adalah satu-satunya pihak yang bertugas mengatur dan mengurusi umatnya setelah beliau wafat. Rasulullah SAW bersabda: ?siapa saja yang mati, semantara diatas pundaknya tidak ada bai?at, maka matinya dalam keadaan jahiliah?.(HR.Muslim). berdasarkan Hadis tersebut, menurut Syeikh Ad-Dumaiji, mengangkat seorang Imam hukumya wajib. Kewajiban menegakkan khilafah sudah di jelaskan dalam Al-Qur?an dan sunnah.
Maka dari itu, kewajiban menegakkan Imamah tidak boleh diabaikan atau dicampakan namun harus segera di wujudkan. Karena mencintai seluruh ajaran Islam adalah konsekuensi keimanan seorang muslim. Seorang muslim tidak boleh mencintai sebagian ajaran Islam sedangkan ajaran yang lainnya di beci. Misalnya melaksanakan sholat tapi menolak Negara Islam dan lain sebagainya. Padahal jelas mencintai ajaran Islam adalah bagian dari totalitas mencintai Allah SWT, merupakan konsekuensi keimanan seorang muslim.
Orang-orang Barat berusaha untuk menghalang tegaknya kembali Negara Islam. Padahal mereka tahu bahwa Negara Islam pasti akan tegak. Oleh sebab itu, sebagai muslim harus berjuang untuk menegakkan Negara Islam. Dan janji Allah itu pasti, maka dari itu bersemangatlah untuk mewujudkannya. Seruan untuk menegakkan Imamah merupakan munculnya kesadaran ditengah-tengah umat untuk menegakkan kembali Negara Islam yang di wajibkan Allah SWT. Dan seruan ini menunjuk kerinduan umat terhadap persatuan umat islam seluruh dunia.
Semoga dengan kesadaran umat Islam terhadap politik mempercepat tegaknya Negara Islam. baik di Negara Turki maupun 50 negara musim lainnya. Dengan demikian, akan merasakan kembali kegemilangan Islam yang sebelumya pernah Berjaya. Akan merasakan kedamaian dan ketentraman.
Wallahu a?lam bi ash-shawa
Isi tulisan Tangungjawab Penulis Oleh : Misalina Mujahidah (Mahasiswi)