Warga Sedanu Natuna Minta Pembangunan Merata Sesuai Kebutuhan Warga

datariau.com
1.768 view
Warga Sedanu Natuna Minta Pembangunan Merata Sesuai Kebutuhan Warga
Foto: Arizki Fil Bahri
Kondisi pembangunan jalan di Sedanu, fasilitas yang dibutuhkan masyarakat malah kondisinya memprihatinkan.

NATUNA, datariau.com - Kondisi pembangunan infrastruktur di kabupaten Natuna ternyata masih ada yang memprihatinkan. Meskipun di usia 18 tahun, kabupaten ini masih perlu mengevaluasi pembangunan karena masih ada beberapa infrastruktur yang masih memprihatinkan.

Pembenahan infrastruktur adalah yang terpenting untuk pembangunan daerah. Pimpinan daerah juga sudah beberapa kali silih berganti di Natuna ini. Dari kepemimpinan Drs H Abdul Hamid Rizal, Drs Daeng Rusnadi, R Amirullah, ILyas Sabli dan saat ini kembali kepemimpinan Drs H Abdul Hamid Rizal.

Pembenahan infrastrukur adalah objek vital yang harus dibenahi agar investor bisa berbondong-bondong untuk datang ke Natuna. Kekayaan alam yang luar biasa diberikan oleh Allah Subahanahu wa ta'ala untuk Natuna, seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah.

Dari hasil perikanan yang melimpah, dari kekayaan alam yang indah seharusnya bisa menggaet investor dan wisatawan untuk berbondong ke Natuna. Jalur akses keluar masuk dari udara, lautan, Sumber Energi Listrik serta air adalah termasuk sumber infarstruktur yang harus terus diperhatikan untuk datangkan investor serta wisatawan untuk bisa masuk ke Natuna.

"Sedanau yang dikenal dengan kota di atas air seharusnya juga terus diperhatikan pembangunanya agar ada asas manfaat untuk masyrakat sendiri," ungkap salah seorang warga Sedanau, Februariki, Ahad sore (17/12/2017).

"Saya merasa pembangunan yang ada di Sedanau Jalan Panglima Hujan adalah suatu pemborosan anggran yang tidak ada asas manfaatnya. Coba kita lihat apa fungsi dari jalan yang sudah 2 kali dilaksanakan ini dan anggranya sampai miliaran," lanjutnya.

Dilihat dari akses wisatanya, lanjut Februariki, juga tidak ada rumah penduduk pun minim mau dilakukan pembangunan jalur aliran listrik pun tak ada, jadi asas manfaatnya memang perlu dipertanyakan.

"Lihat jalan kami RT 03 RW 08, mungkin saya lihat sudah berapa kali diukur dan difoto oleh Dinas Pemkab, tapi hingga sekarang minim akan pembangunanya dibandingkan Jalan Panglima hujan yang menghubungkan jalan itu menuju Penyong, bukan jalan itu tak ada fungsinya tapi seharusnya fungsi jalan yang harus diprioritaskan utama yang seharusnya duluan dibangun," ungkap Februariki.

"Saya salah satu warga Sedanau juga sangat berharap Anggota Dewan yang terhormat Dapil III yang mengawasi anggaran dan pembangunan untuk mengevaluasi pembangunan yang minim asas manfaat pembangunanya," lanjutnya.

"Untuk warga Sedanau ini, saya berharap pihak kecamatan Bunguran Barat tolong prioritaskan jalan yang memang ada asas manfaatnya lebih banyak fungsinya dibandingkan pembangunan yang tak ada fungsinya yang hanya memboroskan anggaran kita, serta pemerintah lebih jeli dalam menganggarkan pembangunan untuk daerah kecamatan Bunguran Barat," tutup Febuariki.

Penulis
: Arizki Fil Bahri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)