NATUNA, Datariau.com-Pemerintah Kabupaten Natuna Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fasilitasi, Diklat Pemandu Wisata untuk Masyarakat Natuna, Kegiatan tersebut di buka langsung Oleh Sekda Natuna Wan Siswandi di Gedung Balai Latihan Kerja BLK Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Kamis (3/10/2019)
Dalam Sambutnya Kadisnakertrans Hussyaini mengatakan, " pelatihan dimaksudkan untuk membekali dan meningkatkan kemampuan peserta sebagai pemandu wisata, khususnya di Kabupaten Natuna.
Mantan Kabag Humas dan Perlengkapan ini menyampaikan, Diklat ini tentunya sangat penting. Apalagi Natuna sudah didaulat sebagai Geopark Nasional, serta dalam perjalanan menuju Geopark Unesco.

“Saya berharap para peserta mengikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya, sampai selesai. Diklat ini penting karena Natuna sudah didapuk sebagai geopark nasional”.
Diklat akan dilaksanakan selama dua bulan, mulai tanggal 03 Oktober-02 Desember 2019. Peserta berjumlah 16 orang (6 pria dan 10 perempuan), merupakan penggiat-penggiat wisata di Natuna.
Adapun metode pembelajaran diterapkan dalam Diklat ini, yakni belajar mengajar orang dewasa (andragogy) dipadukan dengan ceramah, pendalaman materi berupa VOCABULARY (kosa kata), SHORT EXPRESSION (ekspresi pendek), IDIOMS (idiom), SPEAKING (berbicara), GRAMMAR FOR SPEAKING (Tata Bahasa untuk berbicara), serta diskusi dan langsung tanya jawab dan praktek.
Peserta yang mengikuti pelatihan diasuransikan selama pelaksanaan pelatihan berlangsung oleh BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Natuna. Tutornya terdiri dari 2 orang, Mr.Slamet Rahardjo dan Miss Bentari Dwi Jannah.
Hussyaini menjelaskan, sejauh ini pelatihan di BLK Natuna sudah diikuti sebanyak 262 orang. Meliputi pelatihan Las, Menjahit, Automotif, Listrik, Perhotelan dan Pemandu wisata.

Sementara itu, Sekda Wan Siswandi mengatakan, peran serta dan sinergitas seluruh OPD sangat penting untuk mendukung kemajuan sektor pariwisata Natuna.
Kemampuan pemandu dalam berbahasa inggris, merupakan modal penting. Itulah output yang diharapkan dari pelatihan tersebut.
Ia berharap, seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan sampai tuntas. Peluang ini jangan disia siakan, karena kesempatan seperti ini jarang didapatkan.
“Dengan hadirnya pemandu wisata, merupakan bentuk persiapan pemerintah daerah menyongsong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara”, ujar Siswandi.
Kegiatan dihadiri oleh Asisten Bupati, Kepala Dinas, penggiat wisata, jasa travel, pengusaha hotel dan penginapan, serta udangan lainnya. (Ari)