Kunjungi Sedanau, Menteri Kelautan dan Perikanan Janji Tambah Kouta Ekspor Ikan Napoleon

Admin
935 view
Kunjungi Sedanau, Menteri Kelautan dan Perikanan Janji Tambah Kouta Ekspor Ikan Napoleon
Foto: Arizki Fil Bahri
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo saat diskusi dengan salah seorang pengusaha budidaya ikan di Sedanau, Natuna.
NATUNA, datariau.com - Menggunakan MV Miko Nata, Menteri Kelautan dan Prikanan Edhy Prabowo kunjungi Kota Terapung Sedanau, Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (7/1/2020).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan didampingi beberapa Dirjennya yaitu Dirjen Tangkap dan Budidaya melihat secara langsung budidaya ikan hidup di salah satu tempat pelaku usaha di Sedanau.

Dalam kunjungan ini, Menteri Edhy Prabowo juga melakukan diskusi santai bersama salah seorang nelayan di Pulau Sedanau terkait kendala yang dihadapi nelayan, serta menayakan secara langsung apa yang diinginkan para nelayan budidaya ikan hidup di Natuna ujung perbatasan Negara NKRI ini.

Izhar selaku pengusaha ikan di Sedanau mengucapkan terimakasih atas kunjungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ke Sedanau.

"Jujur, saya sangat terharu atas kedatangan Pak Menteri di Sedanau, sebab baru kali ini Menteri Kelautan dan Perikanan bisa berkunjung di pulau ini, sehingga kami nelayan di Pulau Sedanau ini juga bisa menyampaikan keluh kesah kami kepada Pak Menteri," kata Izhar terharu.



Izhar berharap kepada menteri agar bisa menambah kouta ekspor ikan hidup di Pulau Natuna, sebab perekonomian di Natuna dominan dari budidaya ikan dan lobster. "Untuk itu besar harapan kami Pak Menteri Edhy Prabowo bisa memberikan perekonomian yang baik lah buat kami," harap Izhar.

Edhy Prabowo menjawab aspirasi dari masyarakat ini menyampaikan bahwa pihaknya pasti menginginkan ekonomi nelayan di Natuna semuanya sejahtera, jika memang kran ekspor ikan napoleon merupakan hal yang bisa mensejahterakan masyarakat nelayan, menteri berjanji akan mengupaya untuk ditambah kuota ekspor dari yang ada sekarang, sehingga pertumbahan ekonomi nelayan bisa tercukupi dengan baik.



"Ekspor ikan hidup itu memang sangat menjanjikan dan banyak anak-anak nelayan terbantu pendidikannya dari potensi ikan hidup ini, hal itu sudah lama sekali saya ketahui sejak di Komisi 4 DPR RI. Tentu hal baik ini akan kita naikkan produktifitas ekspornya, sebab saya melihat budidaya ikan di Natuna ini sangat baik dan apalagi tadi saya sudah langsung mencoba memancing ikan tersebut di dalam keramba hingga melihat secara langsung pembibitan ikan itu, jadi menurut saya tidak ada yang salah jika kita tambah kouta ekspornya, asalkan itu untuk sejahterakan masyrakat, dengan satu syarat, kehidupan ikan napoleon tersebut wajib harus terjaga agar tidak menjadi punah di laut Indonesia ini," pinta Menteri Edhy Prabowo.

Di tempat berbeda, Nato selaku pengusaha ikan hidup di Pulau Natuna saat di wawancarai datariau.com menyambut baik dan mengucapkan berterimakasih sebesarnya-besarnya kepada KKP akan perhatiannya terhadap pelaku usaha ikan hidup di Kabupaten Natuna.

"Sebab dengan wacana dari Pak Menteri dengan akan menambahkan kouta ekspor ikan napoleon ini nantinya semangat para nelayan budidaya di Natuna akan bangkit dan bersemangat kembali melakukan kegiatan budidaya ikan hidup, yang mana dahulunya agak lesu," kata Nato.



Selama kegiatan kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan di Sedanau Natuna berjalan dengan lancar, turut hadir dalam kegiatan tersebut beberapa Dirjen KKP, Ketua DPRD Natuna, Sekda Natuna, Camat Bunguran Barat, Muspida Kecamatan Bunguran, dan Tokoh Masyarakat. (ari)

Tonton video Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memancing ikan di Sedanau, Natuna:

Penulis
: Arizki Fil Bahri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com