Gapura Jalan Karet Harus Bermotif Melayu, Kalau Tidak Harus Dibongkar !

3.129 view
Gapura Jalan Karet Harus Bermotif Melayu, Kalau Tidak Harus Dibongkar !
Pembangunan gapura Jalan Karet dihentikan. (foto: riaupos.co)
PEKANBARU, datariau.com - Setelah disegel oleh massa beberapa waktu lalu, kini pembangunan gapura di Jalan Karet terhenti. Masyarakat Pekanbaru menolak gapura itu dibangun karena tidak berornamen melayu.

Atas polemik gapura ini, sekitar 50 pemuda Melayu dan puluhan organisasi masyarakat Melayu lainnya, yakni Laskar Hulu Balang Rumpun Melayu Bersatu, melaksanakan musyawarah di Lembaga Adat Melayu Riau terkait masalah pembangunan gapura yang dibangun oleh Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Pekanbaru yang tidak memiliki konsep desain Melayu itu.

Rapat digelar pada Jumat (16/10/2015). Dimana, dalam musyawarah tersebut beberapa anggota laskar menolak pembangunan gapura yang tidak sesuai dengan budaya Melayu. Rapat yang dipimpin oleh ketua DPH LAMR Al Azhar serta dihadiri oleh Plt MKA LAMR OK Nizami Jamil serta tokoh LAMR lainnya, Tengku Lukman Jaffar.

Walaupun musyawarah dalam keadaan mati lampu, namun musyawarah tetap alot dilakukan yang pada akhirnya memutuskan dua kesepakatan. Ketua DPH LAMR Al-Azhar mengatakan, sebenarnya persoalan pembangunan gapura di Jalan Karet tersebut sudah 3 tahun berlarut-larut. Untuk itu, hasil musyawarah antara Laskar Hulu Balang Rumpun Melayu Bersatu dengan LAMR terkait gapura tersebut, maka melahirkan dua opsi.

"Pertama, gapura itu harus dibongkar. Kedua, gapura tersebut tetap dibangun asalkan 100 persen motifnya Melayu," ujar Al-Azhar usai rapat.

Atas kesepakatan ini, LAM akan berkoordinasi dengan pengurus PSMTI Kota Pekanbaru serta Pemerintah kota Pekanbaru agar persoalan ini dapat diselesaikan segera mungkin. "Kita minta pihak terkait baik pengurus pembuatan gapura tersebut maupun Pemko Pekanbaru untuk tidak mengulur-ulur waktu dalam menyelesaikan persoalan ini, sebab hal ini bisa memicu kemarahan warga," ujar Al-Azhar.

Panglima Laskar Hulu Balang Rumpun Melayu Bersatu H Umar Said mengatakan, pihaknya memohon maaf atas kejadian penyegelan Lembaga Adat Melayu Riau kemarin, sebab katanya, anak muda yang tergabung dalam lembaga itu mudah tersulut kemarahannya terkait persoalan pembangunan gapura tersebut.

"Untuk itu saya menghimbau agar semua pengurus laskar bisa berpikir jernih dalam menyelesaikan persoalan. Kami dari Laskar Melayu Bersatu sebenarnya menginginkan gapura tersebut dibongkar," ujar Umar Said. (msf)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)