PEKANBARU, datariau.com - Beberapa rumah masyarakat di Jalan Kinibalu Kecamatan Limapuluh Kota Pekanbaru mengalami keretakan akibat adanya getaran kendaraan bertonase berat yang sering melewati jalan tersebut.
"Kita melihat banyaknya kendaraan bertonase besar melintas di siang hari, khususnya jalan yang ditempuh itu jalan yang tidak dimungkinkan untuk dilalui oleh kendaraan bertonase berat, seperti Jalan Kinibalu. Yang jelas jalan tersebut bukanlah jalan yang diperuntukan untuk dilalui kendaraan bertonase berat, padahal di situ ada sekolah-sekolah yang banyak melakukan atvitas," kata salah seorang warga setempat Ir Nofrizal MM, Senin (2/11/2015).
Diterangkannya, para masyarakat yang ada di tepi jalan tersebut banyak mengeluh atas kerusakan rumah mereka akibat ada getaran kendaraan bertonase berat yang lewat setiap harinya. Dengan kondisi ini, masyarakat menyayangkan dinas terkait yang tidak menegur truk yang lewat.
"Apakah hal ini sengaja dibiarkan begitu saja atau mereka tidak tahu. Kita berharap kondisi ini perlu ditindaklanjuti. Aktivitas kendaraan bertonase berat tersebut, baik di malam hari dan siang hari membuat rumah-rumah masyarakat bergetar setiap kendaraan bertonase itu lewat setiap harinya. Jadi, dengan seringnya rumah masyarakat bergetar sehingga munculah keretakan rumah akibat dilalui kendaraan bertonase berat," ujar Nofrizal yang juga anggota DPRD Pekanbaru.
Seharusnya, kata Nofrizal, kendaraan bertonase besar dan berat tersebut tidak boleh melewati jalan-jalan area pemungkiman masyarakat, pemerintah diminta bertindak dan memberikan sanksi kepada kendaraan bertonase berat tersebut. Kalau hal ini tidak ditindak, kata Nofrizal, maka masyarakat merasa ada semacam pembiaran oleh pihak terkait.
"Dengan proses pembiaran ini, yang rugi adalah masyarakat. Kita tidak tahu dari mana kendaraan bertonase berat itu muncul, apakah dari pelabuhan Sungai Duku atau dari pelabuhan lainnya. Yang jelas pihak atau dinas terkait harus melakukan tindakan," pungkasnya. (msf)