Truk Lebihi Tonase Rusak Jalan di Inhu, Dishub Dinilai Tutup Mata

datariau.com
1.268 view
Truk Lebihi Tonase Rusak Jalan di Inhu, Dishub Dinilai Tutup Mata
Heri
Truk melintas di jalan yang rusak.

RENGAT, datariau.com - Banyaknya ruas jalan yang hancur di Kabupaten Inhu diduga diakibatkan truk bermuatan melebihi tonase. Namun disayangkan sampai sejauh ini Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Inhu belum terlihat melakukan penindakan.

Dari data yang terhimpun datariau.com ada beberapa jalan di kabupaten Inhu yang baru selesai dikerjakan pembangunan aspalnya sudah hancur. Diantaranya pengaspalan jalan di Kecamatan Pasir Penyu, Kecamatan Rengat Barat, Kecamatan Sei Lala dan Kecamatan Lubuk Batu jaya.

Sehubungan dengan hal ini, Plt Kadis PU Inhu Junaidi Racmat MSi melalui Kabid Bina Marga Nafriadi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (3/1/2017) mengatakan, khusus jalan kabupaten hanya mampu menahan beban 6 ton, dan banyak hancur jalan disebabkan mobil yang melintas melebihi dari 6 ton.

"Untuk jalan di Kelurahan Tanah Merah, Pekan Heran, Lubuk Batu Jaya itu hanya bisa dilintasi mobil yang bermuatan 6 ton," katanya.

Sementara itu, Kabid Perhubungan Darat Dishubkominfo Inhu, Selamat Suhargana SSos saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, bahwa pihaknya belum bisa melarang truk untuk melintasi jalanan yang dilarang.

"Untuk tahun ini tidak ada anggaran untuk membuat rambu-rambu. Agar jalan tidak hancur, seharusnya Dinas PU membuat ampang-ampang, jadi mobil yang melebihi tonase tidak dapat melintasi jalan tersebut," sarannya.

Disinggung sanksi apa yang akan diberikan kepada sopir truk bila melebihi muatan, seperti mobil truk dalam KIR mobil tersebut 4,5 ton, namun banyak ditemukan mobil truk yang bermuatan melebihi dari pada ketentuan KIR, Selamat mengatakan itu kewenangan kepolisian.

"Kalau mengenai sanksi itu kewenangan pihak kepolisian dan bukan kewenangan Dishubkominfo," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Adi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)