Puluhan Lapak PKL Pasar Pagi Arengka Pekanbaru Porak-poranda

datariau.com
1.706 view
Puluhan Lapak PKL Pasar Pagi Arengka Pekanbaru Porak-poranda
Tribun
Pembongkaran lapak PKL Pasar Arengka.

PEKANBARU, datariau.com - Satpol PP Kota Pekanbaru kembali menertibkan puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Pagi Arengka, Jalan Soekarno Hatta yang nekad berjualan di areal Daerah Median Jalan (DMJ).

Untuk diketahui, keberadaan PKL ini sudah dilakukan tindakan tegas yakni penggusuran oleh tim yustisi, namun beberapa bulan belakangan ini PKL kembali marak.

Kepala Satpol PP Pekanbaru Zulfahmi Adrian, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa penertiban ini bermula dari laporan masyarakat yang sudah mulai terganggu dengan keberadaan dan aktivitas PKL.

"Disamping pengaduan, memang hasil dari patroli yang kita lakukan selama ini. Kita melihat para PKL yang ada di pasar Arengka bukannya berkurang tapi malah bertambah. Pasalnya mereka ini sudah menyalahi aturan. Sehingga perlu segera kita tertibkan sebelum menjamur," ujar Zulfahmi, Kamis (9/6/2016).

Dalam penertiban tersebut, sejumlah barang-barang dagangan maupun alat-alat dagangnya berasil diambil, lalu diamankan di Markas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru.

"Sebelumnya kita sudah lakukan imbauan-imbauan agar PKL tidak berjualan di sana tapi mereka tetap saja tak menggubris, makanya pagi ini kita lakukan penertiban," jelasnya.

Selain mengamankan lapak para PKL Pasar Pagi Arengka, pihaknya juga membongkar pondok-pondok jagung yang berada di belakang purna MTQ jalan Sudirman. "Lumayan banyak juga tadi yang dibongkar. Karena pondok-pondok jagung ini juga sering dijadikan tempat mesum bagi muda-mudi, kan tempatnya dibuat tertutup," ungkapnya.

Satpol PP masih terus akan melakukan pembongkaran tempat berjualan di sejumlah trotoar-trotoar. "Saat in kita fokus untuk yang di trotoar dulu, untuk yang lainnya akan segera menyusul," katanya mengakhiri.

Penulis
: Rina
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)