Pekerja Proyek Drainase Mintai Uang Pemilik Bangunan yang Ingin Dibuatkan Jembatan

datariau.com
2.405 view
Pekerja Proyek Drainase Mintai Uang Pemilik Bangunan yang Ingin Dibuatkan Jembatan
Dok.
Proyek drainase yang tidak sesuai bestek.

RENGAT, datariau.com - Proyek pembangunan drainase yang masuk dalam pekerjaan peningkatan jalan Simpang Japura - Air Molek dari pemerintah Provinsi Riau menjadi lahan pungli.

 

Beberapa warga mengaku dimintai Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu untuk pemasangan plat agar rumah dan toko warga bisa dilalui atas adanya drainase tersebut. Warga mengaku yang memintai uang untuk plat bangun jembatan ke rumah warga itu adalah pekerja proyek drainase tersebut.

 

"Pemasangan plat masuk yang seharusnya gratis tapi warga malah disuruh bayar Rp 500 hingga 600 ribu, bagi warga yang tidak sanggup membayar maka plat masuk tidak dipasang, apa ini tidak Pungli," kata Tokoh Masyarakat H Seno Harto SP SPd SH, kepada DataRiau.com, Senin (25/9/2017).

 

Diterangkan Seno yang aktif memantau pekerjaan proyek drainase itu, bahwa untuk jalur sebelah kiri jalan ada sekitar 5 lagi plat masuk rumah warga yang belum dipasang. Kabarnya, kata Seno, karena warga tersebut tidak sanggup membayar. Sementara informasinya plat atau jembatan masuk rumah warga itu gratis, karena sudah masuk dalam volume pekerjaan drainase tersebut.

 

"Atas nama masyarakat Pasir Penyu kita minta tim dari Tipikor atau KPK untuk dapat mengawasi proyek jalan jalur dua kota Air Molek sebelum negara dirugikan lebih besar lagi," terang Seno.

 

Proyek Peningkatan Jalan ini dianggarkan melalui APBN tahun 2017 dengan nilai Rp 13.336.611.070.34 dan nomor kontrak: 620/SPHS-PUPR/Ting-AMSJ/164/2017 dan kontraktor pelaksana PT Wahana Jaya Prima (WJP).

 

Pekerjaan drainase seharusnya pada jalinan besi untuk drainase 13 jalur, namun di lapangan ditemukan hanya gunakan besi 8 jalur.

 

Sementara itu Pengawas dari Dinas PUPR Provinsi Riau, Panji saat dikonfirmasi datariau.com mengatakan, mengenai permasalahan warga yang harus bayar memasang plat masuk, permasalahan itu sudah selesai, karena uangnya sudah dikembalikan.

 

"Untuk mengenai permasalahan itu pungli atau tidak, kita tidak sampai kesana, tugas kita hanya melakukan pengawasan, dan dalam waktu dekat ini pekerjaan drainase yang tidak sesuai bestek akan diperbaiki," terangnya.

 

"Menurut saya, mengenai warga harus bayar pemasangan plat masuk ke rumah itu hanya akal-akalan pekerja saja, dan tidak mungkin PT WJP mintai uang pemasangan plat masuk ke warga yang nilainya tidak seberapa," singkatnya.

 

Terpisah salah seorang warga atas nama Sumo pemilik Bakso Mitro saat dijumpai datariau.com mengatakan, bahwa memang sempat dirinya dimintai uang untuk plat masuk itu, namun sudah dikembalikan lagi.

 

"Uang saya sudah dikembalikan, benar, awalnya kita dimintai uang kalau mau buat jembatan masuk, yang minta uang itu pekerja, tapi uang saya sudah dikembalikan 1 atau 2 hari yang lalu," singkatnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)