Masyarakat Siak Protes Adanya Pengalihan Sungai Alam Diduga Dilakukan Perusahaan

datariau.com
2.957 view
Masyarakat Siak Protes Adanya Pengalihan Sungai Alam Diduga Dilakukan Perusahaan
Attayaya
Sungai Siak Provinsi Riau.

PERAWANG, datariau.com - Banjir yang melanda beberapa daerah di Siak tidak terlepas dari kondisi saluran air yakni anak sungai maupun sungai alam yang semakin suram nasibnya, berkaitan semakin pesatnya pembangunan.

"Namanya sungai alam, dialihkan saja tidak boleh apalagi ditutup. Sekarang memang PT Indah Kiat ini semena-mena dan tidak peduli dengan lingkungan, tidak peduli dengan masyarakatnya dan cukup banyak limbahnya," kata Ketua Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS), Wan Hamzah, dikutip datariau.com dari infosiak.com, Jumat (28/4/2017).

Pernyataan ini dia sampaikan di sela-sela peninjauan Penghulu Kampung Tualang Juprianto SSos MIP, Jum'at pagi kemarin ke rumah-rumah warganya yang terendam banjir akibat luapan sungai Perawang Besar (Zaitun).

Menurut Wan, meluapnya air ini dikarenakan adanya pengalihan aliran anak sungai Perawang Besar yang diduga dilakukan oleh PT Indah Kiat Perawang. Wan Hamzah menegaskan bahwa penutupan tersebut jelas melanggar undang-undang tentang lingkungan hidup.

Untuk persoalan pengalihan dan penutupan sungai tersebut, MPKS akan menelusuri dan mencari fakta-fakta yang ada lapangan.

Selain itu Wan Hamzah menyebutkan, jika bicara mengenai lingkungan perusahaan bubur kertas itu sudah cukup banyak membuat resah masyarakat di bantaran sungai yang dahulunya sungai tempat mata pencarian warga dengan mencari ikan, saat ini sudah sangat sulit ditemui ikan-ikan.

"Dah habis ikan sekarang, mau makan ikan (sungai) pun dah susah sekarang. Sekarang kita tak jumpa lagi dengan ikan selais, ikan juaro pun kalau jumpo kecik-kecik. Itu disebabkan oleh limbah yang dikeluokan oleh Indah Kiat. Sampai dulu Siak ini terkenal dengan udang galah, sekarang tak ketemu lagi dengan udang galah yang ado di Sungai Siak ni. Karena apa? Ya karena limbah," ungkap Ketua MPKS ini.

Menurut Wan, untuk membuktikan limbah yang mencemari sungai Siak sangatlah simple (gampang) dengan cara membuat kerambah ikan di sungai Siak. "Kita dari MPKS mempunyai planing kedepan untuk membuat kerambah. Kemudian kita akan masukkan ikan ke dalam kerambah tadi. Nah jika ikan yang berada di dalam kerambah mati, berarti limbah," bebernya.

Terkait pernyataan masyarakat ini, pihak perusahaan yang disangkakan belum berhasil kami konfirmasi. (cr1)

Editor
: Adi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)